TOPIKterkini.com, TAKALAR — Puluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kab. Takalar membongkar secara paksa sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di bagian timur Alun Alun Makkatang Dg Sibali, Kec. Pattallassang, Kab. Takalar, Senin (18/3/2024).
Sejumlah penggiat sosial pun turut bereaksi dan menilai apa yang dilakukan Satpol PP Takalar itu adalah bentuk arogansi.
“Termasuk arogan juga ini Satpol PP,” tulisnya di salah satu grup whatsApp.
“Seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya,” tulis anggota grup whatsApp lainnya.
Sementara itu, Daeng Emba, salah seorang pedagang di alun alun menanyakan terkait pembongkaran itu. Pasalnya, menurut Daeng Emba sebelum dilakukan pembongkaran pihaknya sudah bicara dengan Kasatpol PP.


“Saya sudah bicara dengan Kasatpol PP, untuk saat ini tidak ada dulu pembongakaran, namun anggota Satpol PP tetap membongkar,” ungkap Daeng Emba.
Ia juga tidak terima dengan perlakuan yang dilakukan Satpol PP kepada para pedangang.
“Kami merasa seakan bukan orang asli Takalar, itu yang kami sesalkan,” tambah Deang Emba
Selain itu, Basri Daeng Rangka yang lapaknya turut dibongkar mengaku sangat menyayangkan tindakan semena-mena yang dilakukan anggota Satpol PP.
“Bangunan saya baru beberapa hari selesai dikerja, tiba-tiba pagi ini saya datang sudah hancur ternyata di buka paksa oleh Satpol PP, kami diizinkan, kami bayar tapi kok tiba tiba seperti ini, kami pertanyakan perintah siapa yang bongkar katanya Kasat Kami,” beber Daeng Rangka.
Ditempat terpisah Kasatpol PP Sirajuddin, mengungkapkan, yang saya perintahkan untuk dibongkar yaitu Warung yang bagian dalam bukan yang disamping jalan.
“Siapa beri perintah untuk bongkar warung bagian ini, memang akan dibongkar untuk ditata ulang tapi bukan sekarang, kenapa kalian tidak dengarkan perintah,” tegur Kasatpol PP, Sirajuddin dengan nada emosi kepada anggotanya.
Ia juga meminta kepada anggotanya untuk memasang kembali yang sudah dibongkar. (*)











