TOPIKterkini.com, TAKALAR — Program S1 Keperawatan STIKES Tanawali Takalar telah melaksanakan kegiatan simulasi emergency care call service PHBLS (Pre Hospital Basic Life Support) berbasis praktik, serta sosialisasi penggunaan layanan gawat darurat PSC 119 Kab. Takalar dan Praktik BHD (Bantuan Hidup Dasar).
Kegiatan ini melibatkan Karang Taruna A’bulo Sibatang Kel. Bontokadatto sebagai Mitra, dan Public Safety Center 119 (PSC 119) Kabupaten Takalar sebagai pemateri dalam kegiatan pengabdian masyarakat pemula (PMP) yang dilakasanakan di Aula Kantor Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar pada tanggal 28 Agustus 2024.
Selain itu, STIKES Tanawali Takalar bekerjasama dengan Universitas Pejuang Republik Indonesia pada Hibah Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun pelaksanaan 2024.
Adapun tim Pelaksana kegiatan tersebut yaitu, Ketua Dewiyanti, S.Kep,Ns,M.Kep, Anggota 1, Sumarmi, S.Kep, Ns, M.Sc.,P.hD, Anggota 2, Dr. Adam Badwi, SKM, MM, dan Anggota Mahasiswa STIKES Tanawali Program Studi S1 Keperawatan.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 35 orang peserta yang merupakan anggota kelompok Karang Taruna A’bulo Sibatang Kelurahan Bontokadatto. Tak hanya itu, hadir pula Staf Kelurahan, para kepala lingkungan, tokoh masyarakat dan warga setempat.
“Simulasi emergency care call service PHBLS berbasis praktik ini melibatkan Kelompok Karang Taruna A’bulo Sibatang Kelurahan Bontokadatto sebagai Mitra sasaran,” ujar Ketua Tim, Dewiyanti, S.Kep,Ns,M.Kep.
Lanjut dijelaskan bahwa, Emergency Care Call Service pre hospital basic life support (PHBLS) atau tindakan BHD (Bantuan Hidup Dasar) merupakan tindakan kegawatdaruratan yang jarang diketahui oleh masyarakat, terutama prosedur penggunaan layanan kegawatdaruratan PSC 119 Kab.Talalar dan pelaksanaan basic life support atau bantuan hidup dasar pada pasien dengan henti jantung.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan, memandirikan dan penanganan awal untuk mencegah kecacatan dan kematian serta mengurangi angka kematian,” tambah Dewiyanti, S.Kep,Ns,M.Kep.
“Dengan melakukan simulasi berbasis praktik, prosedur tindakan basic life support atau bantuan hidup dasar mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung sebelum dilakukan tindakan medis,” tutupnya.
Sementara itu, Lurah Bontokadatto, Kaharuddin, SE.,M.Si. mengungkapkan apresiasinya terhadap inisiatif ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di wilayahnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pelatihan-pelatihan yang bermanfaat, terutama yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat.
Melalui sosialisasi ini, Kata Kaharuddin, Pemerintah Kelurahan Bontokadatto berharap dapat menciptakan komunitas yang lebih tanggap dan siap dalam menghadapi situasi darurat medis, sehingga angka keselamatan jiwa dapat ditingkatkan.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna A’bulo Sibatang Kelurahan Bontokadatto, Muhammad Asis, mengaku mendapat pengetahuan dan pengalaman baru dari kegiatan tesebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan di masyarakat terutama dalam hal memberikan pertolongan pertama pada keadaan darurat medis.
“Terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan ini di wilayah kami, semoga ini bukan hanya kegiatan seremonial dan berakhir begitu saja,” imbuh Asis.
Ia berharap kegiatan ini bisa membawa manfaat dan bisa diimplementasikan di lingkungan sosial masyarakat khususnya di wilayah kelurahan Bontokadatto. (*)











