ARTIKEL

Ahmad Ali Tegaskan untuk Menomor Satukan Persatuan dan Kesatuan Demi Sulteng Sejahtera (Jilid 80)

65
×

Ahmad Ali Tegaskan untuk Menomor Satukan Persatuan dan Kesatuan Demi Sulteng Sejahtera (Jilid 80)

Sebarkan artikel ini

 Assalamualaikum wr wb, Salam Sejahtera Bagi Kita Sekalian.

Tahun politik 2024 khususnya pasca Pileg dan Pilpres, masyarakat kembali disuguhkan oleh akrobat kontestasi bertajuk Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota.

Tak hanya untuk menentukan sikap dan pilihan politik masyarakat. Lebih penting lagi adalah bagaimana mendewasakan demokrasi Sulawesi Tengah.

Salah satu persoalan yang dihadapi adalah bagaimana mendewasakan demokrasi Sulawesi Tengah.

Termasuk demokrasi di dunia maya melalui jejaring sosial yang kerapkali menjadi sarana penyebaran hoax dan fitnah.

Gagasan-gagasan waras melawan gagasan edan yang kemudian sering kali menjadi hoax atau berita bohong dan kebencian.

Ketika tidak waras politik maka orang yang tidak punya ide akan cenderung “jualan” isu dan menyebar fitnah.

Kemudian fitnah berjamaah atau secara ramai-ramai itu dilempar melalui teknologi mutakhir yang namanya media sosial (medsos).

Penyebar informasi di dunia maya yang tidak jelas sumbernya itu, jika dianalisis, sangat sedikit yang bertanggung jawab. Kedewasaan demokrasi virtualnya pun belum ada.

Buktinya, akunnya noname, serta setiap informasi yang ditampilkan lebih banyak cerita-cerita fitnah. Padahal simpel saja, menang atau kalah itu biasa. Sudahlah, siapapun pemenangnya salaman.

Ahmad Ali menyebutkan jika kalian memenangkan kampanye dengan memecah belah masyarakat, niscaya anda akan kesulitan untuk menyatukan kembali.

Bagi Ahmad Ali, demokrasi sebagai satu pilihan, suka tidak suka akan memaksa kontestan. Demokrasi sebagai sistem memaksa orang menunjukkan prestasi, serta ada partisipasi masyarakat yang baik.

Problemnya, bagaimana mendewasakan demokrasi pada saat orang membicarakan demokrasi di Sulawesi Tengah, sudah kebablasan.

Demikian pula koran juga punya peran dengan tidak menjadi kompor, karena jika jadi kompor akan sangat berbahaya.

Apalagi potensi bisnis untuk mengangkat para calon melalui media sangat menjanjikan.

Maka tak mengherankan jelang Pilkada Gubernur Sulawesi Tengah 2024 ini, merupakan tahun yang penuh gejolak dan ketegangan.

Dalam situasi seperti ini ujaran kebencian dapat dengan mudah menyebar dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Dengan begitu, himbauan dari Cagub Ahmad Ali bahwa jangan terpengaruh dengan ujaran yang memicu terjadinya konflik, kita harus pandai-pandai menyaring informasi yang masuk.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, dimulailah dari diri kita dengan membiasakan menjaga lisan dan perbuatan kita agar tidak membuat individu atau kelompok tertentu merasa tersinggung.

Kita juga harus lebih jeli melihat situasi dan kondisi disekitar agar tetap aman dan nyaman menjalani politik riang gembira.

Hal ini semacam ini perlu kita perhatikan demi keamanan dan ketentraman juga keharmonisan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah tanpa terkecuali, dan tak lupa saling menghargai.

Dengan menjaga kesantunan dalam berpolitik, persatuan dan kesatuan adalah segala-galanya di tengah-tengah perbedaan pendapat maupun pilihan di kontestasi Pilgub Sulteng ini.

Adalah menjadi impian dan harapan ketika Harapan Baru Sulawesi Tengah menuju Sulteng Sejahtera, menjadi jawaban dari hasil pemilihan Gubernur di Sulawesi Tengah.

Oleh : Maulana Maududi (Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Central Analisa Strategis – DPP CAS)

BERSAMBUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *