TOPIKTERKINI.Com LOMBOK BARAT- Maraknya penangkapan kasus narkoba yang terjadi di Lombok barat dalam satu bulan terakhir mendapat sorotan dari berbagai pihak, salah satunya adalah GPAN ( Gerakan Peduli Anti Narkotika).
Sebagai sebuah lembaga yang intens dalam pemerhati persoalan narkoba pun angkat bicara, Mursidin yang saat ini sebagai KETUM GPAN jelas Perintah dan intruksi presiden bapak Prabowo subianto sangat keras dan mengecam hingga menjadikan masalah NARKOBA ini dalam program ( 7 Des) percepatan y9g di khususkan untuk di tuntaskan yang sama-sama kita tau namanya Sangat menyayangkan maraknya kasus narkoba di kabupaten lombok barat umumnya di NTB yang sama sama kita cintai ini, bagaimna tidak, dalam satu bulan terakhir kita menyaksikan banyak sekali penangkapan penangkapan kurir dan pengedar narkoba di wilayah kabupaten tercinta ini yang tidak tanggung tanggung Sudah Maenkanan Kilo Gram Hancurrrrr Generasi Emas NTB ungkapnya.
Tentu semua itu terjadi karna memang di lombok barat menjadi pasar bagi para kurir dan pengedar untuk menjajakan barang dagangannya, ini menandakan bahwa di kabupaten kecil yang namanya lombok barat ini banyak pemakai yang mengkonsumsi narkoba.
Yang menjadi pertanyaannya adalah kemana para PEMANGKU kebijakan saat ini yang kami anggap tutup mata dan Avatis padhal jelas intruksi presiden Bpk PRABOWO SUBIANTO agar di masing2 daerah membuat program pencegahan Nakoba berbasis masyarakat ,? Yang dari 5 tahun lalu kami sudah berteriak kencang terkait maslah Narkoba ini
Mursidin sangat menyayangkan justru ada juga kasus narkoba ini yang bersarang di LAPAS KELAS II A Lombok Barat, sebuah lembaga negara yang menjadi tempat tinggal para napi yang sangat ketat penjagaan bisa juga ditembus .
Untuk sekedar masuk sebagai seorang penjengukpun melalui banyak prosedur baru bisa masuk semua barang bawaan di periksa. Tapi kok bisa barang haram tersebut bisa lolos.?
Dia juga menegaskan, jika pemerintah tidak peduli dengan persoalan yang mengancam keselamatan generasi ini, maka lebih baik kita minta saja NARKOBA ini di LEGALKAN klau memang pemerintah Lobar tidak peduli dengan mslah Narkoba ini agar tidak itu itu saja yg menjadi persoalan di samping PAD Lombok Barat akan menjadi meroket kalau saja maslah Narkoba ini dilihat sebelah mata oleh para pemangku kebijakan di daerah.(TT).











