TOPIKTERKINI.COM- Jakarta,Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bank Indonesia menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi dan Penjajakan Promosi Investasi di Hotel Pullman Thamrin Jakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) yang pada tahun 2025 telah melahirkan enam Investment Project Ready to Offer (IPRO) terbaik se-Sulawesi Selatan, termasuk IPRO Kabupaten Jeneponto. (21-22 November 2025)
FGD ini bertujuan untuk mempertemukan calon investor dengan proyek investasi prioritas daerah serta merumuskan strategi promosi investasi yang lebih efektif di tingkat nasional maupun internasional.
Acara berlangsung selama dua hari dan diisi dengan sejumlah agenda sesuai rundown dalam undangan resmi, termasuk pemaparan proyek IPRO, diskusi strategi promosi, sesi tanya jawab, serta pertemuan penjajakan antara investor dengan pemerintah daerah.
Salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah meningkatnya ketertarikan Singapore Business Federation (SBF) terhadap potensi investasi di Kabupaten Jeneponto, khususnya dalam pembangunan pabrik garam industri. Pihak SBF menyatakan antusiasme untuk mengeksplorasi peluang tersebut dan berencana menindaklanjutinya melalui pertemuan Zoom Meeting guna memetakan proyek-proyek investasi Jeneponto agar lebih mudah ditawarkan kepada investor anggota SBF.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Jeneponto, Dr. Hj. Meriyani, S.P., M.Si., menyampaikan kesiapan pemerintah daerah untuk memfasilitasi para calon investor.
“Kami Pemerintah Kabupaten Jeneponto dengan senang hati menyambut calon investor yang ingin melakukan penjajakan lebih lanjut. Kami menjamin kenyamanan Anda berinvestasi di Jeneponto,” ujarnya.
Perwakilan Singapore Business Federation, Syam, juga memberikan tanggapan positif atas peluang yang ditawarkan Jeneponto.
“Kami akan melakukan penjajakan lebih lanjut terhadap proyek-proyek investasi, termasuk garam industri di Jeneponto. Kami akan mencoba memecah proyek tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan memfasilitasi investor dari anggota kami untuk berinvestasi,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring investasi Sulawesi Selatan serta memperkuat daya tarik proyek-proyek strategis daerah, termasuk sektor garam industri yang menjadi unggulan Kabupaten Jeneponto.***











