Jeneponto, topikterkini.com – Hari ketiga Pelatihan Basic Instruktur Senam, Jum’at 5 Desember 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jeneponto berlangsung sukses di halaman Kantor Camat Tamalatea.
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta perwakilan Desa dan Kelurahan, PKK organisasi kemasyarakatan yang sebagian besar adalah perempuan dari berbagai kalangan, menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk mempelajari senam sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Camat Tamalatea mengungkapkan dukungannya terhadap pelatihan ini. “Senam merupakan salah satu bentuk olahraga yang tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga membangun solidaritas di antara kita. Mari kita manfaatkan momen ini untuk belajar bersama,” ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini dipandu oleh instruktur ASIAFI KORMI berpengalaman yang mengajarkan berbagai teknik senam dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap gerakan, dengan senyum lebar dan tawa riang yang menggema di halaman kantor camat.
Di tengah keceriaan, Ketua PKK Kabupaten Jeneponto, Ketua TP PKK Jeneponto Salmawati Paris, turut hadir untuk memberikan motivasi. Ia mengatakan,
“Pelatihan ini bukan hanya tentang kesehatan fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri dan keterampilan. Mari kita buktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi instruktur senam yang handal” ungkapnya.
Selain pelatihan fisik, kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang pentingnya kebugaran dalam upaya menjaga kesehatan mental dan fisik, terutama bagi perempuan. Peserta diajarkan bagaimana senam dapat menjadi sarana untuk mengatasi stres dan meningkatkan kualitas hidup.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Dispora dalam membudayakan olahraga di masyarakat, sekaligus mempersiapkan calon instruktur senam yang berkualitas. Diharapkan, para peserta yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mendorong lebih banyak orang untuk aktif bergerak dan hidup sehat.
Sejalan dengan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mengingatkan pentingnya menciptakan ruang aman bagi perempuan.
Melalui olahraga,
diharapkan perempuan dapat lebih berdaya, tidak hanya dalam hal kesehatan fisik, tetapi juga dalam memperjuangkan hak-hak mereka.
Dengan semangat yang begitu besar, hari ketiga pelatihan ini menjadi langkah awal yang signifikan bagi para peserta untuk berkontribusi dalam membangkitkan kesadaran akan kesehatan dan keamanan bagi perempuan di komunitas mereka. (*)











