Topikterkini.com./LOMBOK TIMUR — Media Independen Online Indonesia (MIO) DPD Kabupaten Lombok Timur menargetkan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan (NW) Bagik Payung sebagai lokasi utama pelaksanaan Pembekalan dan Pelatihan Literasi bagi siswa dan santri.
Kegiatan tersebut nantinya menyasar peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan yang berada di lingkungan pesantren, mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Ketua DPD MIO Kabupaten Lombok Timur, Abdurrahman, mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian MIO terhadap peningkatan kualitas literasi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, memahami dan menyaring informasi, serta menghadapi perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi di era digital.
“Ponpes NW Bagik Payung menjadi lokasi yang sangat tepat karena di sana berkumpul generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan. Kami ingin memastikan santri dan siswa MTs, MA, hingga SMK tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas memilah informasi, tangguh menghadapi arus informasi, dan tidak mudah terjebak berita bohong,” ujar Abdurrahman.
Ia menjelaskan, materi pelatihan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Materi yang disiapkan antara lain literasi dasar, literasi media dan digital, jurnalistik dasar serta pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Pada materi literasi dasar, peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai membaca pemahaman, menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan serta kemampuan berhitung secara kontekstual.
Sementara literasi media dan digital akan membahas cara mengenali informasi kredibel, bahaya hoaks, etika bermedia sosial hingga keamanan dalam menggunakan internet.
Peserta juga akan diperkenalkan dengan jurnalistik dasar, khususnya mengenai bagaimana menyampaikan informasi secara benar, berimbang dan bertanggung jawab.
Selain itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan juga menjadi bagian dari materi yang dipersiapkan agar generasi muda memiliki pengetahuan dasar dalam mengelola keuangan sejak dini.
MIO memastikan pelaksanaan kegiatan tidak akan mengganggu proses belajar mengajar. Jadwal pelatihan akan disesuaikan dengan waktu luang atau hari yang disepakati bersama pihak pesantren.
Dalam pelaksanaannya, MIO juga menjajaki kolaborasi dengan tenaga pendidik dan praktisi terkait untuk mendukung kualitas materi dan penyampaian pelatihan.
Saat ini, usulan kegiatan dan dukungan telah disampaikan kepada pihak pesantren. MIO berharap rencana tersebut dapat direalisasikan dan memberikan manfaat bagi para santri serta siswa di lingkungan Ponpes NW Bagik Payung.
Sekretaris MIO Kabupaten Lombok Timur, Munir Fauzi, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur.
“Kami yakin dengan dukungan semua pihak, langkah ini akan menjadi kontribusi nyata MIO untuk kemajuan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Lombok Timur,” tutup Munir.
Melalui program tersebut, MIO berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang ilmu agama dan akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, berkarakter serta mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab.
(Harianang).











