Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR— Pengelolaan dana revitalisasi di SMA Negeri 1 Suralaga, Kabupaten Lombok Timur, menjadi sorotan.
Sekolah tersebut disebut menerima anggaran revitalisasi lebih dari Rp1 miliar untuk mengerjakan sejumlah fasilitas fisik, mulai dari rehabilitasi delapan bangunan, perbaikan atap dan pengecatan tembok hingga pembangunan dua bangunan baru.
Besarnya anggaran dan banyaknya item pekerjaan tersebut memunculkan pertanyaan terkait transparansi serta kesesuaian antara nilai anggaran dengan volume pekerjaan di lapangan.
Bahkan, muncul informasi mengenai dugaan mark-up anggaran dan indikasi permainan dalam pelaksanaan proyek.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan dokumen maupun audit terhadap seluruh penggunaan anggaran.
Saat dikonfirmasi mengenai rincian penggunaan dana, Kepala SMA Negeri 1 Suralaga, Darwin, belum memberikan penjelasan secara detail mengenai masing-masing item pekerjaan dan nilai anggarannya.
Ia justru mengarahkan persoalan teknis pembangunan kepada panitia pembangunan.
Darwin juga mempertanyakan sumber informasi terkait dugaan tersebut.
“Dari informasi mana ini? Soalnya dari awal sudah dievaluasi dan divisit oleh BPK,”ujar Darwin saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Menurut Darwin, tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah turun melakukan pengecekan terhadap kegiatan tersebut. Ia menyebut proses pengecekan berjalan positif.
“Minggu kemarin tim BPK turun. Insyaallah sangat positif checking BPK,”katanya.
Meski demikian, Darwin mengakui bahwa audit terhadap kegiatan tersebut akan dilakukan pada 2027.
“Benar, tahun 2027 akan dilakukan audit,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang bagi publik untuk mengetahui lebih jauh bagaimana proses perencanaan hingga pelaksanaan revitalisasi dilakukan.
Dengan nilai anggaran mencapai lebih dari Rp1 miliar, masyarakat tentu berhak mendapatkan informasi mengenai rincian pekerjaan, nilai masing-masing kegiatan, spesifikasi teknis, pihak pelaksana, serta realisasi pekerjaan di lapangan.
Apalagi, proyek tersebut mencakup rehabilitasi lima bangunan sekaligus pembangunan dua bangunan baru. Transparansi menjadi penting agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat mengenai kesesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan hasil pekerjaan.
Kini, publik tinggal menunggu hasil pemeriksaan dan audit untuk memastikan apakah seluruh penggunaan anggaran revitalisasi SMA Negeri 1 Suralaga telah sesuai dengan perencanaan, spesifikasi, volume pekerjaan, serta ketentuan yang berlaku.
Jika nantinya ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka temuan tersebut tentu perlu ditindaklanjuti sesuai mekanisme pemeriksaan. Sebaliknya, jika seluruh pekerjaan dinyatakan sesuai, hasil audit dapat menjadi jawaban atas berbagai pertanyaan yang berkembang di masyarakat.(TT).











