BeritaDAERAHNTBPENDIDIKAN

“Surga Demokrasi Hannya Ilustrasi” UGR Dipertanyakan, Mahasiswa Soroti Fasilitas hingga Kebebasan Kritik

17
×

“Surga Demokrasi Hannya Ilustrasi” UGR Dipertanyakan, Mahasiswa Soroti Fasilitas hingga Kebebasan Kritik

Sebarkan artikel ini

Topikterkini.com.LOMBOK TIMUR — Wacana kampus sebagai ruang demokrasi kembali menjadi sorotan di Universitas Gunung Rinjani (UGR) Lombok Timur. 

 

 

Sejumlah persoalan, mulai dari fasilitas perpustakaan, kondisi ruangan hingga kebebasan mahasiswa menyampaikan kritik, disebut masih menjadi perhatian.

 

Rektor UGR bahkan sering menyebut di hadapan mahasiswa “UGR Surganya Demokrasi”.

 

Salah seorang mahasiswa UGR, Senin (21/9/2026), mengaku mahasiswa kerap menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak leluasa ketika hendak menyampaikan kritik atau menggelar aksi di lingkungan kampus.

 

“Kerab kita akan aksi, ada saja pihak kampus yang merasa terusik hingga mengintimidasi mahasiswa yang akan mengkritik,” ujar mahasiswa tersebut.

 

Menurutnya, kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan narasi yang selama ini menyebut kampus sebagai ruang atau “surga demokrasi” bagi mahasiswa.

 

“Pihak kampus menyebut surga demokrasi, namun yang terlihat hanya ilustrasi,” katanya.

 

Selain persoalan kebebasan menyampaikan aspirasi, mahasiswa tersebut juga menyoroti kondisi sejumlah fasilitas kampus yang dinilai masih minim. Di antaranya fasilitas perpustakaan serta kondisi ruangan kampus, baik bagian dalam maupun luar.

 

Ia juga mempertanyakan biaya per semester yang harus dikeluarkan mahasiswa dengan kondisi fasilitas yang menurutnya belum sepenuhnya sebanding dengan kebutuhan mahasiswa.

 

“Kami tentu berharap fasilitas kampus diperhatikan karena mahasiswa membayar biaya pendidikan setiap semester,” ungkapnya.

 

Terkait dugaan intimidasi terhadap mahasiswa yang menyampaikan kritik, pihak kampus perlu diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang dapat diuji secara berimbang.

 

Kritik mahasiswa pada dasarnya merupakan bagian dari dinamika kehidupan akademik. Karena itu, setiap tudingan mengenai intimidasi maupun kondisi fasilitas kampus perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum dapat dinilai sebagai fakta.

 

Hingga berita ini di terbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak UGR terkait tudingan tersebut.(TT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *