Uncategorized

Konsultan Pengawas Pembangunan Drainase Diduga Tutup Mata, Rekanan Berlaku Curang

344
×

Konsultan Pengawas Pembangunan Drainase Diduga Tutup Mata, Rekanan Berlaku Curang

Sebarkan artikel ini

TAKALAR, TOPIKterkini.com — Seperti diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan drainase yang berlokasi di samping kantor dinas perhubungan (Dishub) Takalar, Kecamatan Pattallassang, terus menuai sorotan lantaran dinilai minim pengawasan dan sarat akan kecurangan, Sabtu (6/8/2022).

Pasalnya, proyek pembangunan dengan biaya anggaran Rp. 198.285.918 yang digelontorkan dari dana APBD tahun anggaran 2022 oleh Dinas PUPR Kab. Takalar tersebut diduga dikerjakan secara asal-asalan alias asal jadi.

Kuat dugaan konsultan pengawas terkesan tutup mata sehingga rekanan bisa seenaknya berlaku curang. Hal itu tentu bukan tanpa alasan, karena pada prakteknya pembangunan drainase tersebut ditemukan beberapa pasangan batu yang hanya menempel pada dinding tanah.

Tampak pasangan batu serta ukuran yang tidak sesuai juknis dan Bestek atau rencana pembangunan

Seperti yang dikeluhkan warga sekitar, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku prihatin dengan pembangunan drainase tersebut lantaran batu yang dipasang hanya disandarkan pada dinding tanah sehingga terkesan asal – asalan.

“Sangat disayangkan apabila pembangunan yang dikerjakan dengan anggaran besar namun pada pelaksanaannya tidak sesuai spesifikasi dan terkesan asal-asalan,” ungkap salah seorang warga yang ditemui di lokasi dan ingin identitasnya dirahasiakan.

“Ini menandakan pihak terkait tidak menjalankan tupoksinya dalam hal pengawasan. Jangan hanya karena ingin meraup untung, akhirnya kualitas pekerjaan diabaikan,” keluhnya.

“Kita orang awam pun sudah mengetahui dengan melihat kasat mata saja bangunan ini tidak sesuai petunjuk teknis,” bebernya.

“Seharusnya pengawas dinas turun cek pembangunan ini. Jika diawasi dengan benar tak mungkin seperti ini,” ujarnya.

“Seharusnya dinas terkait turun tangan dan mengawasi langsung, agar pengerjaannya tidak amburadul. Sudah jelas pembangunan ini kan menggunakan uang negara untuk kepentingan masyarakat seharusnya jangan sampai jadi permasalahan yang merugikan masyarakat,” katanya.

Selain fisik, warga sekitar juga mempertanyakan asas manfaat dari proyek pembangunan drainase tersebut, karena saluran yang dibangun itu tidak langsung ke saluran pembuangan utama/primer, sehingga saluran drainase tidak akan berfungsi secara optimal, besar kemungkinan air akan tinggal dan tergenang.

Sementara, hingga berita ini tayang, pihak Pelaksana dan Kepala Dinas PU serta PPK, belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan kondisi pengerjaan proyek di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *