Masyarakat Bersama LSM PENJARA Seruduk Kantor PLN, Minta Hentikan Pemadaman Listrik Secara Tidak Beraturan

oleh -

Laporan Jurnalis Nias Utara: Arif Harefa

TOPIKterkini.com, Gunungsitoli – Pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah Kepulauan Nias membuat warga geram. Akibatnya, puluhan massa yang tergabung dalam aliansi LSM penjara kepulauan Nias (22/02) Provinsi Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di Kantor PLN area Nias di Kota Gunungsitoli, Sabtu (23/02/2019).

Setibanya massa di kantor PLN, beberapa orang menyampaikan orasinya terkait pemadaman listrik. Massa menuntut tanggungjawab PLN area Nias.

“Kami ingin alasan pasti atas pemadaman listrik di wilayah kepulauan Nias terutama di Nias barat, Masyarakat sangat butuh penerangan. Suka-suka kalian mematiakan listrik,” ujar koordinator aksi, Chandra Arby Bugis”.
Markus k hulu selaku pimpinan aksi dalam orasinya juga menyampaikan ” kiranya pihak PLN segera merealisasikan janji bapak presiden republik Indonesia Ir. Joko widodo menuju Nias terang tanpa pemadaman.”

Menanggapi tuntutan massa, Maneger PLN Area Nias, Evan sirait mengatakan bahwa penyebab kerap terjadinya pemadaman listrik di kepulauan Nias di sebabkan oleh 2 hal yakni padam karena pemeliharaan dan karena gangguan.

“Padam karena gangguan itu terdiri dari 2 faktor utama yakni dari faktor non teknis maupun faktor teknis. Dimana faktor non teknis tsb adalah gangguan dari pepohonan baik yg tumbang atau menyentuh jaringan, kemudian binatang liar, layangan, tanah longsor, petir, dll yg total berjumlah 80%, sisanya faktor teknis sekitar 20% yakni dari kerusakan peralatan di jaringan PLN”

Lebih lanjut lagi Evan menjelaskan perjanjian jual beli antar pelanggan dan PLN disebutkan bahwa PLN berhak memutus aliran listrik jika pelanggan menunggak satu bulan dan membongkar kwh meter jika menunggak 3 bln lebih. Namun di Nias kita masih beri kelonggaran saat ini masih ada yang nunggak diatas satu tahun dengan harapan ada kesadaran dari yg menunggak 1 s.d 12 bln.

“PLN sebenarnya sangat tidak ingin melakukan pemutusan/ pembongkaran kwh meter karena ini sebenarnya pekerjaan yg tidak perlu kami lakukan tapi ini adalah pilihan terakhir, dan apabila pelanggan yang kami datangi kerumahnya mau membayar tentunya petugas tidak akan bongkar, masih dikasih kesempatan untuk bayar langsung”.

Evan juga berharap Semoga seluruh pelanggan dapat memahami situasi ini dan dapat dengan sukarela melunasi tagihan rekening listriknya ke loket pembayaran yg tersebar sampai ke Desa-desa tanpa didatangi petugas kerumahnya.

Dari pantauan, massa melakukan pembakaran ban di depan pintu pagar kantor PLN area nias dan aksi tetap berjalan lancar dan kondisif.

Loading...