oleh

Nusantara Institut Gelar Camp Literasi 2019 di Soppeng

TOPIKterkini.com. SOPPENG- Pegiat literasi Nusantara Institute melaksanakan kegiatan Camp Literasi 2019 di Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng. Dengan melibatkan para pelajar tingkat SMA sederajat se-kabupaten Soppeng.(07/04/2019)

Kegiatan camp literasi yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari ini yakni tanggal 5- 8 April 2019 dan mendapat support oleh pemerintah setempat dal hal ini Bupati Soppeng serta dari pihak TNI dan Kepolisian setempat. Puluhan peserta siswa/i yang datang dari berbagai perwakilan setiap sekokah sangat antusian mengikuti kegiatan tersebut.
Anwar salah seorang peserta camp literasi 2019 mengaku merasa sangat bangga dapat berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan Camp Literasi 2019 ini, saya sangat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar kami para pelajar semakin terpacu untuk berliterasi”. Ungkapnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Nusantara Institute juga bekerja sama dengan beberapa lembaga salah satunya KPA Rafflesia Makassar dan AMIK Lamappapoleonro Soppeng. Camp Literasi ini berorientasikan kepada pelatihan kepemimpinan dan gerakan penyadaran akan pentingnya mempelajari serta mempertahankan kearifan lokal terutama di tanah Sulawesi.

Dari informasi yang kami terima Camp Literasi ini menghadirkan beberapa narasumber, mulai dari Ketua KNPI Kab. Soppeng, Dandim 1432 Soppeng, Kapolres Soppeng, Wawan Mattaliu ( Pegiat Literasi & Kebudayaan ), dan KPU serta Bawaslu Kab. Soppeng.

Menurut ketua umum Nusantara Institut kegiatan ini mereka maksudkan agar mampu mengasah potensi pemuda sebagai seorang pemimpin.

“Camp Literasi ini akan dilaksankan di Kab. Kota Se Sulselbat dan kami harap kegiatan camp literasi ini para peserta mampu mengasah jiwa serta potensi sebagai seorang pemimpim tanpa melupakan identitas kultur daerahnya masing-masing” ujar Ketua Umum Nusantara Institute, Nur Fajar.

Lebih lanjut anak muda ini menjelaskan pentingnya literasi diere revolusi teknologi seperti saat ini

“Di era revolusi teknologi digital seperti sekarang ini, semua dengan mudah diakses sampai ke pelosok dunia, inilah yang perlu kita manfaatkan serta waspadai, jangan sampai kita dengan mudah percaya atau terpengaruh oleh budaya-budaya asing yang akan merusak identitas dan nilai-nilai kearifan lokal kita” tutup Fajar sapaan akrabnya (**)

Loading...

Komentar

News Feed