LPA Sulut Sangat Menyayangkan Adanya VIDEO Joget Dugem Siswa SD Layaknya Orang Dewasa dan dianggap tidak mendidik Beredar di Medsos

oleh -
LPA Sulut Sangat Menyayangkan Adanya VIDEO Joget Dugem Siswa SD Layaknya Orang Dewasa dan dianggap tidak mendidik Beredar di Medsos
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Utara, Jull Takaliuang

TOPIKterkini.com – MANADO : Guru seharusnya menjadi panutan bagi siswa dalam hal pembinaan karakter dan kepribadian anak didiknya. Namun kali ini terkesan membiarkan perilaku yang tak pantas dan tidak mendidik masuk ke dalam lingkungan sekolah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya : Video Joget Dugem Siswa SD di Manado pada Hari Kemerdekaan, Viral di Medsos 

Sangat disayangkan peristiwa yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) di kota Manado, pada Sabtu (17/08/19) tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia, tak diduga puluhan siswa terlihat di video yang viral di media sosial berjoget dengan lagu remix seperti layaknya seorang dewasa.

Peristiwa itu diduga terjadi di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Bukit Moria Tikala Baru, Kota Manado. Dalam video tersebut puluhan siswa yang memakai seragam merah putih itu berjoget dengan gembira.

Mirisnya dalam acara berjoget tersebut terlihat ada beberapa orang tua bersama guru yang memakai seragam Korpri hanya membiarkan anak-anak itu terus berjoget, bahkan seorang guru tersebut hanya asik merekam sambil tertawa melihat aksi joget anak-anak itu.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Utara Jull Takaliuang kepada media ini mengatakan ” kami sangat menyayangkan jika di lingkungan pendidikan anak-anak difasilitasi untuk bergoyang-goyang layaknya orang dewasa, Mestinya untuk meramaikan peringatan hari kemerdekaan anak-anak diberikan game-game atau merayakan dengan fun sesuai usianya. Memaknai HUT RI dengan bergoyang bohai justru sangat tidak mendidik,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 5, Ibu Dintje Kumaat saat di konfirmasi mengatakan bahwa itu kegiatan 17 Agustus. “Kalau buat saya itu kan kegiatan 17 Agustus, jadi selesai upacara memang ada kegiatan-kegiatan tari Poco-Poco, Sayang-Sayang, jadi selain itu ada anak-anak Dance-dance karena ada murid yang juara dance sehingga sudah putar lagu remix sehingga anak-anak sudah ikut-ikutan,” Katanya

Penulis: Putra Saleh

Loading...