oleh

Mantan Ketua BEM Fak Hukum UHO mengutuk tindakan represif kepolisian yang menyebabkan dua Mahasiswa UHO Korban jiwa

TOPIKTERKINI.COM: Pada aksi mahasiswa kemarin, kamis 26 September di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara menolak berbagai rancangan undang undang yang menimbulkan polemik di Masyarakat berakhir bentrok antara demonstran dan aparat kepolisian yang mengakibatkan jatuhnya Korban jiwa.

Hal ini sontak menuai kecaman dari salah satu alumni Universitas Halu Oleo yang juga mantan Ketua BEM Fak Hukum 2013 silam Jaswanto.

Jaswanto mengatakan, Atas nama pribadi sebagai alumni universitas Halu Oleo berbela sungkawa atas kejadian tersebut, Kami sangat menyayangkan atas sikap aparat yang terkesan arogan kepada para demonstran.

Advokat muda anggota DPC Peradi kendari ini juga menambahkan bahwa, seharusnya aparat bisa lebih bijaksana dalam mengamankan gerakan mahasiswa, agar kekacauan dalam aksi dapat sedikit diminimalisir.

“Seharusnya aparat harus lebih berhati hati dalam pengawalan gerakan mahasiswa dan berupaya membangun komunikasi yang baik diantara para demonstran.

Selaku advokat kami siap selalu untuk mengawal pendampingan hukum dari kawan kawan mahasiswa dan mengutuk tindakan represif kepolisian yang telah mengakibatkan jatuhnya korban.

Dan Pemerintah harus menjadikan perhatian khusus atas kejadian ini, dan bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI agar menuruti permintaan mahasiswa untuk mencabut berbagai rancangan undang undang yang dinilai jauh dari rasa keadilan, untuk meredam situasi semakin memanasnya disetiap daerah dari keinginan Rakyat yang diwakili oleh Mahasiswa.

(Red)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed