oleh

Banjir Menewaskan 53 Orang, 2 Pesawat Angkatan Udara Diluncurkan untuk mengalihkan hujan dari Ibu Kota Jakarta

TOPIKTERKINI.COM – JAKARTA: Peluncuran operasi darurat penyemaian awan dilakukan untuk mencoba dan mengalihkan hujan dari ibukota Jakarta di mana banjir telah menewaskan 53 orang dan memaksa lebih dari 200.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Dua pesawat angkatan udara dikerahkan untuk menyuntikkan natrium klorida di atas awan dalam upaya untuk mendorong dan memecah curah hujan sebelum mencapai wilayah Jakarta.

Hujan pada Hari Tahun Baru membuat banyak bagian kota dan distrik-distrik sekitarnya berada di bawah air, menyebabkan sejumlah tanah longsor yang mematikan.

Tim penyelamat mencari korban di sebuah desa yang sangat dipengaruhi oleh tanah longsor di Cigudeg, Jawa Barat, Indonesia, Jumat, 3 Januari 2020. (AP)
Meskipun banjir telah mulai surut, daerah yang luas tetap jenuh dengan air dan lebih banyak hujan diperkirakan.

Pihak berwenang mengambil keputusan untuk menggunakan teknik kimia dalam upaya untuk mengubah curah hujan dan menghentikan semburan awan lebih lanjut di wilayah metropolitan.

Hammam Riza, kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Indonesia (BPPT), mengatakan: “Kami telah menerapkan teknologi ini untuk mengurangi curah hujan yang tinggi di wilayah Jabodetabek dan mengurangi risiko genangan yang meluas.”

Hampir setengah dari Jakarta diposisikan di bawah permukaan laut dan terdaftar sebagai salah satu kota dengan tenggelam tercepat di dunia karena penurunan tanah dan ekstraksi air tanah.

Gubernur berturut-turut telah membuat janji untuk memperbaiki masalah banjir tetapi sejauh ini hanya sedikit keberhasilan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) negara ini telah memperkirakan cuaca yang lebih ekstrem dan curah hujan deras hingga 10 Januari di Jawa, yang merupakan pulau terpadat di Indonesia dan di mana Jakarta berada.

BACA JUGA: Satlantas Polres Takalar Tanggap Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Poros Takalar – Makassar

Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan: “Perubahan iklim telah banyak mengubah siklus cuaca dan memperpendek siklus cuaca ekstrem dari satu kali dalam setiap dekade, menjadi setiap lima tahun, dan sekarang setiap dua tahun.”

Pada bulan Maret 2014, Presiden Indonesia saat ini Joko Widodo, yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur mengatakan, akan lebih mudah baginya untuk menyelesaikan masalah banjir dan lalu lintas ibukota jika ia menjadi presiden karena ia akan dapat mengoordinasikan kerja sama antara para kepala daerah.

Namun, sekarang dalam masa jabatan kedua dan terakhir di kantor, Widodo telah mengumumkan bahwa pemerintahannya bermaksud untuk memindahkan ibukota ke lokasi di provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024, sebagian karena situasi yang sedang berlangsung dengan banjir dan kemacetan lalu lintas.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, mengatakan operasi penyemaian awan diharapkan dapat mengurangi curah hujan hingga 20 persen.

Juru bicara badan tersebut, Agus Wibowo, menambahkan: “Ada hingga 409.000 orang yang terkena dampak banjir dan tanah longsor di wilayah Jabodetabek. Sebagian besar dari mereka (150.000) berada di kota Bekasi, Itu juga merupakan daerah yang paling parah terkena dampak, di mana banjir telah mencapai ketinggian hingga enam meter. ”

Wibowo mengatakan sebagian besar korban berada di Bogor, Jawa Barat, sementara jumlah tertinggi lingkungan yang terkena dampak banjir adalah 85 di wilayah Bekasi, Jawa Barat di pinggiran timur Jakarta.

BACA JUGA: Seniman Tolak KNPI Sulsel Berkantor Di Gedung Kesenian

Kepala pusat meteorologi BMKG, Fachri Radjab, mengatakan banjir Hari Tahun Baru disebabkan oleh badai hujan yang hebat yang dimulai pada sore hari tanggal 31 Desember dan berlanjut setidaknya selama 18 jam. Di daerah Halim di Jakarta Timur, 377 milimeter curah hujan tercatat menyebabkan bandara internasional ditutup karena landasan pacunya dibanjiri air.

Hujan deras menyebabkan sungai dan kanal meluap, dan masalahnya diperburuk oleh selokan yang tersumbat. Banyak rumah yang tenggelam dan banjir bandang menyapu kendaraan. (AN)

Editor: Usman S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed