oleh

Tahun 2020 Bukan Hanya Tahun Politik tapi Juga Tahun Kesenian

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR: Senin 6 januari  2020 menjadi moment bagi para seniman dan budayawan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan melakukan deklarasi tahun 2020 sebagai tahun kesenian  yang di lakukan di Gedung Kesenian Sulsel Societeit de Harmonie.

Para seniman yang tergabung dalam Forum Masyarakat Seni (Formasi) Sulsel  dengan mendeklarasikan tahun seni 2020 adalah merupakan kebangkitan seni dan budaya.

Dengan gerakan ini diharapkan  Gedung Societeit kembali bangkit dan meningkatkan gairah para seniman untuk  berkarya di gedung yang merupakan  pusat aktifitas kesenian di Sulsel.

Pencanangan tahun kesenian ini di tandai dengan pembentangan spanduk sepanjang 25 meter yang bertuliskan 2020 tahun kesenian diharapkan pememerintah propinsi sebagai fasilitator juga melakukan fungsi dalam memfasilitasi kegiatan berkesenian yang ada di silawesi srlatan ini, dengan bersinergi dengan para seniman.

Tahun 2020 Bukan Hanya Tahun Politik tapi Juga Tahun KesenianGedung Societeit, yang merupakan aset daerah Sulsel,  yang kondisinya sudah kurang layak penting di lakukan renovasi agar dalam penggunaannya layak secara estetika dan sebagai ruang pertunjukan yang representative yang ada di sulawesi selatan dan juga merupakan property kota serta pemenuhan tuntutan Undang Undang pemajuan kebudayaan.

Dengan gerakan ini juga mengkanter stikma bahwa tahun 2020 bukan hanya tahun politik karena ada 13 kabupaten/kota di sulsel yang akan melakukan pilkada, tetapi tahun ini juga adalah tahun kebangkitan kesenian yang sempat murung di tahun sebelumnya menurut kordinator forum seniman sulsel noval.

Deklarasi ini selain membentangkan spanduk sebagai simbol deklarasi juga para seniman yang di hadiri para teaterawan, penulis, perupa, pemusik sastrawan, aktor dan berbagai bidang seni lainnya dilakukan panggung apresiasi bagi para seniman, Satu persatu melakukan aksi panggungnya.

Kegiatan panggung apresiasi ini rencananya akan di lakukan selama 3 hari lamanya mulai dari tanggal 6,7 dan 8 diharapakan seluruh seniman yang ada di sulsel mengambil bagian dalam paanggung tersebut.

(AAI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed