MAKASSAR, Topikterkini.com — Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat di wilayah pelosok, khususnya kawasan Kepulauan Tanakeke yang masih membutuhkan perhatian dalam penyediaan layanan kelistrikan.
Upaya tersebut disampaikan saat menghadiri Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) Sulawesi Selatan di Kantor PT PLN (Persero) UID Sulselrabar, Jalan Letjen Hertasning, Makassar, Senin (21/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan kebutuhan kelistrikan di wilayah masing-masing sekaligus menyelaraskan usulan lokasi yang berpotensi mendapatkan dukungan melalui Program Lisdes.
Bupati Daeng Manye hadir didampingi Kepala Dinas Perhubungan Takalar, Sirajuddin Saraba, dan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Andi Rijal M. Sementara itu, pihak PLN dihadiri General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, bersama jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye menegaskan bahwa pemerintah daerah terus membangun koordinasi dengan PLN agar masyarakat yang belum menikmati akses listrik memadai dapat memperoleh perhatian dan penanganan.
“Hari ini kami berkoordinasi, berdiskusi untuk mengusulkan potensi listrik terkait yang ada di Takalar yang perlu memberikan pasokan dan perhatian agar sampai kepada mereka yang membutuhkan listrik,” kata Daeng Manye.
Ia secara khusus menyoroti Kepulauan Tanakeke dan sejumlah wilayah lainnya yang dinilai masih membutuhkan perhatian dalam pemerataan infrastruktur kelistrikan.
“Banyak desa di Takalar yang perlu mendapat perhatian, khususnya di daerah Tanakeke dan beberapa tempat lainnya,” ujarnya.
Menurut Daeng Manye, sinkronisasi usulan bersama PLN merupakan tahapan penting untuk memperjelas kebutuhan di lapangan, termasuk kesiapan lokasi, penyediaan lahan, serta penyelesaian perizinan yang diperlukan dalam pengembangan jaringan listrik perdesaan.
Pemkab Takalar berharap koordinasi tersebut dapat menghasilkan tindak lanjut konkret sehingga perluasan akses listrik tidak hanya menjangkau wilayah yang mudah diakses, tetapi juga masyarakat di kepulauan dan desa terpencil. Pemerataan listrik diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan dasar, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat. (*)











