oleh

Teken MoU dengan BLK, Bantaeng Bakal Lahirkan Instruktur Handal

Bantaeng–TOPIKterkini.com– Pemkab. Bantaeng berkerja sama dengan Ditjen Binalattas Kemenaker, JICA, dan Ehime Toyota Jepang meneken perjanjian kerja sama di Balai Latihan Kerja (BLK) Bantaeng. Perjanjian kerja sama ini terkait dengan upaya peningkatan SDM dari Kabupaten Bantaeng.

Kerja sama ini salah satunya adalah program program peningkatan kapasitas Instruktur fase II tahun 2020 yang dirangkaikan dengan pembukaan sembilan paket pelatihan berbasis kompetensi angkatan I tahun 2020. Kegiatan ini digelar di Gedung BLK Bantaeng, Jumat, 7 Februari 2020.

Pelaksana Tugas BLK Bantaeng, Akhmar mengatakan, bahwa program pelatihan fase II tahun 2020 telah diikuti sebanyak 24 orang Instruktur Kejuruan Otomotif BLK UPTP maupun UPTD di seluruh Indonesia.

“Ini merupakan kebutuhan yang dapat mempercepat ekonomi kerakyatan di Bantaeng. Ke depan saya harap ruang ini tetap terjaga, terbuka bagi kami karena kebutuhan akan peningkatan SDM tidak hanya menjadi visi Bantaeng, tetapi juga visi Presiden RI,” ujarnya.

“Saya yakin dan percaya apa yang kalian dapatkan akan memberi manfaat besar bagi masyarakat Bantaeng,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Muhtar Azis, menghaturkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemda Bantaeng yang senantiasa bekerjasama dan berkoordinasi dalam rangka peningkatan kualitas SDM khususnya di wilayah Pemkab Bantaeng, dan Indonesia pada umumnya.

Dia mengakui, melalui kegiatan seperti ini, akan banyak muncul Instruktur yang berdedikasi tinggi dari Kabupaten Bantaeng. Dia juga berharap, Bantaeng menjadi salah satu daerah penghasil SDM teknologi di Sulawesi Selatan.

“Apalagi peserta yang telah mengikuti pelatihan ini, akan mengikuti tahap intensif sebanyak 16 orang untuk kemudian dipilih kembali 8 orang untuk mengikuti training di Jepang. Kelak setelah kembali ke tempat kerja mereka dapat mengembangkan ilmunya dan transfer ilmu kepada peserta pelatihan dan masyarakat yang membutuhkan,” kata Muhtar.

Muhtar Azis menambahkan bahwa nantinya diharapkan akan ada BLK Komunitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di wilayah tersebut. Dia mengaku, Pemerintah telah menyiapkan alokasi sebanyak 2000 BLK Komunitas.

Ini tentu tidak harus tersentralisasi di Pulau Jawa saja, tetapi didistribusi secara proporsional di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bantaeng,” jelas dia.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan MoU kerja sama pelatihan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantaeng dengan BLK Bantaeng. Penandatanganan ini diharapkan bukan sebatas formalitas, namun yang terpenting adalah tindak lanjut daripada MoU itu.

Turut hadir pada kegiatan tersebut yakni Expert Ehime Toyota Jepang, Mr. Hiroyuki Eda, Mr. Tomikazu, dan Mr. Masashi Sogabe, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, A. Irvandi Langgara, Direktur Intala Ditjen Binalattas atau yang mewakili, Direktur Toyota Kalla Group atau yang mewakili.(Ar/Hms)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed