oleh

Bagai Siluman, Beras Rastra Muncul di Desa Tritiro Kecamatan Bontobahari

TOPIKTERKINI.COM – BULUKUMBA: Bantuan pemerintah melalui Kementrian sosial, mulai dari Raskin, hingga Rastra dan sekarang beralih ke bantuan pangan Non Tunai (BPNT) namun berbeda dengan Desa Tritiro Kecamatan Bontobahari, karena didesanya masih ada program  Rastra yang belum tersalurkan hingga saat ini.

Ibu Hartatia Bersama Muh. Sultan PLT Desa Tritiro

Program Rastra sudah lama dilupakan oleh penerima bantuan, setelah muncul program bantuan pangan Non Tunai (BPNT) pada mei 2019 lalu.

Tapi menurut warga yang berinisial (P) ditemukan puluhan karung beras Rastra didalam kantor Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro pada selasa 11/02/2020 yang masih tersusun rapi berjumlah empat puluh enam karung (46).

Menurut (P) bahwa beras Rastra yang belum dibagikan karena penerima tidak ada ditempat ada yang merantau dan ada yang meninggal, saat dikonfirmasi Hartatia selaku Staf pemerintah Desa Tritiro yang tidak mau menyebutkan namanya, mengatakan bahwa sengaja tidak dibagi karena orangnya tidak ada ditempat, selain itu, mereka menyebutkan bahwa ada edaran bupati Bulukumba untuk tidak dipindah tangankan kepihak lain yang bukan penerimanya,”katanya.

Namun setelah diminta untuk memperlihatkan surat edaran tersebut staf Desa mengatakan sudah lupa dimana mereka simpan, terkait nama-nama penerima bantuan Rastara dirinya sudah mengembalikan kebagian pendata dinas sosial kabupaten Bulukumba,”tuturnya.

Dikonfirmasi Mantan Kepala Desa Tritiro dihari yang sama mengatakan bahwa terkait beras rastra yang tinggal dikantor Desa Tritiro sudah dilaporkan kedinas sosial bahwa penerimanya tidak ada ditempat.

Selain itu, saat dipertanyakan ahli warisnya mantan kepala Desa dua priode mengatakan bahwa semua ahli warisnya tidak ada ditempat,sehingga beras tidak dibagikan,”ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Muh Sultan selaku pelaksana tugas (Plt)  bahwa terkait beras rastra besar kemungkinan sudah ada sejak tahun 2018 namun hingga saat ini belum juga dibagikan, sehingga besar kemungkinan sudah tidak layak untuk dikomsumsi dan sudah kadaluarsa,”tutupnya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed