oleh

Ketua DPD GMNI SUMUT, Minta Warga Tak Terprovokasi Viralny Targa Save Babi

TOPIKTERKINI-MEDA- Pasca aksi unjuk rasa yang digelar masyarakat menuntut gubernur sumyang mengatasnamakan dirinya gerakan aksi damai save babi

Merebaknya wabah virus ASF (African Swine Fever) terhadap ternak babi yang terjadi baru-baru ini, menimbulkan pergolakan masyarakat khususnya di wilayah Sumatera Utara. Warga yang mengatasnamakan dirinya gerakan aksi damai save babi melancarkan demontrasi Senin(10/02/20) yang lalu. Meminta PEMPROVSU mempertimbangkan pemusnahan ternak babi di wilayah tersebut.

Sementara, Koalisi Umat Islam Sumatera Utara (KUISU) merencanakan aksi tandingan pada Jumat(14/02/20), menolak gerakan save babi.

Menanggapi hal itu, Ketua DPD GMNI Sumatera Utara Paulus Gulo yang dimintai tanggapannya kepada awak media, meminta agar masyarakat SUMUT menyudahi persoalan tersebut. Ia meminta agar warga tak terprovokasi, karena berdampak pada polarisasi warga SUMUT yang selama ini terkenal rukun.

“Saya pikir alangkah baiknya menahan diri dulu. Gubsu kan sudah menegaskan tidak ada rencana pemusnahan babi. Sehingga, baik itu masyarakat yang melakukan aksi #savebabi maupun koalisi umat Islam yang ingin melakukan aksi tandingan, baiknya menyudahi persoalan itu”. Pinta Paulus.

Lebih lanjut, Paulus menghimbau agar masyarakat dan pemerintah Provinsi Sumatera Utara, berkonsentrasi untuk menangani wabah ASF yang diduga berbahaya tersebut. Ia menila, hal itu jauh lebih bermanfaat ketimbang adu argumen soal memusnahkan babi atau tidak.

“Baiknya kita fokus menghadapi wabah ASF, daripada ikut kelompok pro atau kontra. Itu jauh lebih baik”. Imbaunya.

Ia pun berharap, seluruh stakeholder yang ada bersedia duduk bersama untuk memusyawarahkan persoalan itu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed