oleh

HIMAPINDO Sultra: Potensi Ekspor Nikel Mampu Suport Ekonomi RI yang Anjlok Akibat Pandemic Covid-19

TOPIKterkini.com – Kendari : Beberapa bulan ini kita kita di perhadapkan dengan adanya suatu bentuk virus covid 19 yang biasa di kenal masyarakat dengan nama virus corona. Wabah ini dengan cepat menjadi Pandemic Dunia seperti yang di umumkan WHO

Namun serangan virus yang tak kasat mata ini memang dahsyat sehingga hampir seluruh Negara dibuat keteteran. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai kebijakan lintas sektor untuk untuk kemudian melakukan upaya penanganan secara penuh agar bisa terhindar dari serangan viris covid

Namun harus kita ketahui bersama bahwa Pandemi global virus korona (covid-19) menimbulkan dampak luas bagi perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu yang paling nyata, nilai tukar dolar terhadap rupiah kian tergelincir ke level Rp16 ribu per USD

Ketua Umum Badan Pengurus Wilayah Himpunan Mahasiswa Pengusaha Muda Indonesia (HIMAPINDO) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ahmad Zainul, S.Sos di sekretariatnya mengatakan, saat ini yang terpenting adalah keselamatan Masyarakat dan Bangsa

Seruan solidaritas nasional sudah sering di utarakan pendahulu bangsa.Jika kita terus memilih terbelah maka bukan hanya akan menambah masalah tetapi mungkin bisa mengakibatkan bencana yang lebih besar. Maka solidaritas Nasional, daerah dan juga pengusaha akan mampu membawa kita pada kemenangan melawan pandemic covid 19

Dalam situasi ini di perlukan berbagai cara untuk tidak hanya menjauhkan masyarakat Indonesia dari ancaman Covid 19. Namun juga dalam situasi seperti sekarang, Bapak Presiden harus mulai berfikir untuk menggenjot sektor pertambangan dengan membuka keran ekspor ore nikel, karena hal ini bisa meningkatkan devisa Negara

“Cukup sulit hari ini jika kita melihat begitu lemahnya analisis pemerintah terkait berbagai kemungkinan dan upaya untuk kemudian mendongkrak laju ekonomi di tengah polemik wabah virus korona atau covid 19. tetapi faktanya rupiah kita anjlok sampai Rp. 16.000 bukan main bahkan Devisa kita limit sampai angka kurang lebih 450 Triliun

“Menurut ibu Sry Mulyani sendiri berbagai model yang dikembangkan baik BIN dan UI serta ITB akan terjadi pertambahan kasus diperkirakan akan terjadi puncak akhir Mei dengan jumlah terpapar ada 95.000 orang” dilansir (https://bisnis.tempo.co/amp-senin 6 april)

Berkaca dari hal itu maka Relaksasi Sektor Pertambangan menjadi penting kemudian untuk di gulirkan Kepada Komisi 7 DPR RI agar kestabilan ekonomi mendatang bisa kemudian terselamatkan

“APBN kita defisit maka kita perlu keran lain untuk suporting yang penting tidak menabrak regulasi Perundang-undangan yang ada. Melonggarkan ekspor sumber daya alam khususnya Nikel kita adalah solusi. saya yakin akan ada sangat banyak negara yang berminat. Dan kita tidak perlu malu malu dengan kebijakan itu.

Seluruh Negara sedang mengoptimalkan berbagai kebijakan guna mampu menolong masyarakat dan bangsanya dari kejatuhan ekonomi. Intinya ekonomi biar membaik dulu, kalau itu bisa memberikan dampak sektor minerba dan bisa menggenjot ekonomi kita mengapa tidak untuk dibuka ekspor,”

Ada begitu banyak ancaman kalau pemerintah terus merasa percaya diri mampu mengendalikan perekonomian. Bahaya phk besar besaran, panic buying bahkan mungkin krisis moneter Akan menimpa Bangsa kita jika kita tidak mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk kemudian menjadi opsi baru dalam menggenjot perekonomian kita.

Laporan : Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed