oleh

Sambut New Normal, Forkopimda Takalar Gelar Rapat Melalui Vicon Bersama Tiga Menteri

Takalar, TOPIKterkini.com – Bertempat di ruang rapat wakil Bupati Kab. Takalar Jl. Jend. Sudirman Kel. Kalabbirang Kec. Pattalassang Kab. takalar telah dilaksanakan Video Conference (Vicon) terkait inovasi daerah dalam penyiapan tatanan normal baru (New Normal) produktif oleh Menteri Dalam Negeri (Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.), Menteri keuangan (Sri Mulyani) dan Menteri Pariwisata (Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc.).

Turut hadir dalam rapat tersebut,
Wakil Bupati Takalar (H. Achmad Dg. Se’re, S.Sos), Dandim 1426/Takalar (Letkol Inf. Ilham Yunus, S.Sos, M.Si), Kapolres Takalar (AKBP Budi Wahyono, S.H., S.I.K., M.H),Ketua Pengadilan Negeri Takalar (Arwana, SH, MH), Ketua Pengadilan Agama (Adhayani Saleng Pagesongan, S.Ag), Kabag Humas (Syaenal Mannan, SH, M.Ap).

Menteri keuangan RI, Sri Mulyani melalui video conference menagtakan, dalam wabah pandemi Covid-19 ini rata rata daerah mengalami minus sehingga mempengaruhi ekonomi terutama PAD (pendapatan asli daerah).

“Dengan adanya New Normal, kami berharap masyarakat mampu memulai kegiatan namun tetap aman dari covid. Kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara besar 230 kab/kota masuk dalam zona hijau,” ujar Sri Mulyani.

Sri menekankan bahwa dalam memulihkan negara, bukan berarti mengabaikan protokoler kesehatan. Untuk itu, Presiden perlu menata new normal, tiap daerah berbeda-beda dalam desain new normal dan mempunyai inovasi masing masing serta tetap produktif dan aman dari covid.
“Kita perlu tegaskan tentang Jaga jarak, pake masker dan cuci tangan,” ucapnya.

“Pemerintah Daerah harus membuat inovasi dalam menangani proses new normal sehingga kami pemerintah pusat mengadakan lomba. Dalam lomba inovasi ini kita siapkan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar 3 milyar dan piagam penghargaan,” terang menteri keuangan RI.

Adapun Menteri pariwisata Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc dalam vicomnya mengatakan, kami sudah menerapkan protokoler kesehatan di hotel, restoran dan tempat lainnya yang menjadi sektor pariwisata.
Dalam lomba ini akan banyak aspek penilaian dan diutamakan tetap pada protokoler kesehatan, singkat Arif Yahya.

Sementara itu, Menteri dalam Negeri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D menyampaikan bahwa, Kepala daerah perlu membuat tim untuk menggarap pasar tradisional, restoran, hotel dan tempat wisata.

Adapun Aspek dan bobot penilaian yaitu,
1. Kesesuaian dengan Protokoler Covid-19 dengan bobot 40 %;
2. Aplikatif/replikasi dengan bobot 30 %;
3. Strong idea (kreatifitas, kebaharuan) dengan bobot 20 %;
4. Kerjasama/kokaborasi dengan bobot 10 %.

“Hasil inovasi daerah dibuat dalam bentuk video durasi 1 menit dan maksimal 2 menit. Pelayanan harus pakai masker dan sarung tangan, pelayanan terpadu satu pintu,” jelas Tito.

Lomba mulai tanggal 29 Mei 2020, pembuatan dan pengiriman video tanggal 1 s.d 8 Juni 2020, tanggal 9 s.d 12 Juni 2020 penilaian dan pengumuman tanggal 15 Juni 2020, serta akan diumumkan nama daerah yang tidak mengikuti lomba.

(Ak)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed