oleh

Diduga Indisipliner Dua Jaksa di Bantaeng Diperiksa di Kejati

TOPIKTERKINI.COM–BANTAENG: Aktivis Mahasiswa Bantaeng, Yudha Jaya mendapat surat panggilan dari bidang pengawasan Kejati Sulsel sebagai saksi. Hal ini disampaikan Yudha kepada Media ini Minggu 31/5/2020.

Pemeriksaan terhadap kasi Intel dan Kasi Pidsus Oleh Asisten Pengawasan internal kejaksaan dengan nomor surat B-44/P.4.7/Hpt.4/05/2020 yang di tanda tangani Rafli, SH. MH selaku Asisten pengawasan Kejati Sul-Sel diduga terkait dengan penanganan kasus dugaan korupsi Dana Kelompok Usaha Bersama (Kube) oleh Kejari Bantaeng yang hingga kini belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor.

Yudha jaya (Aktivis mahasiswa Bantaeng) yang sering menyoroti kasus tersebut mengatakan bahwa surat panggilan tersebut tak lain dan tak bukan adalah berhubungan dengan penanganan kasus korupsi kambing desa Borong Loe di Kejari Bantaeng yang mana sampai saat ini berkas perkara Tipikor tersebut belum di Limpahkan ke Pengadilan Tipikor padahal bukti dan saksi sudah dianggap lengkap (Cukup).

“Surat panggilan yang saya terima ini sebagai saksi atas terlapor Kasi Pidsus dan Intel terduga pelanggaran disiplin” ungkap Yudha.

Pelanggaran dimaksud lanjut Yudha, terkait penanganan dugaan Korupsi bantuan dari kementrian Sosial Berupa Kambing, sesuai hasil audit BPKP terdapat kerugian Negara 155 juta rupiah, namun kejari Bantaeng belum melimpahkan ke Pengadilan Tipikor, Jelasnya.

Dua petinggi Kejaksaan Negeri Bantaeng, yakni Kepala seksi pidana khusus (Kasi pidsus) dan Kepala seksi intelijen (kasi intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantaeng di periksa di Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulsel, Kamis 28/5/2020, sebut Yudha.

Keduanya diperiksa oleh bidang pengawasan Kejaksaan tinggi (Kejati) Sul-sel di Jalan Urip sumiharjo Makassar Pada hari Kamis lalu.

Kasus korupsi ternak kambing yang melibatkan mantan Kepala Desa Borong Loe tersebut melebar dan berbuntut panjang, akibatnya dua orang petinggi kejaksaan Bantaeng di periksa Bidang pengawasan Kejati Sul-sel

“Saya juga heran kok masalah internal kejaksaan saya di panggil sebagai saksi sedangkan saya ini seorang mahasiswa” sebut Yudha

Yang anehnya lagi lanjut Yudha, “surat panggilan saya itu tertera tanggal 03 Juni 2020, sehari sebelum dilakukan serah terima jabatan Kajari Bantaeng dan saya anggap Johan Iswahyudi sebagai pucuk pimpinan di Kejari Bantaeng selama ini gagal menuntaskan kasus korupsi Kambing di Bantaeng”. Tambahnya

Yudha juga berjanji akan terus mengawal kasus itu sampai ada yang di bui. “Saya bersama teman-teman mahasiswa akan terus mengawal kasus korupsi tersebut di Kabupaten Bantaeng sampai pelaku masuk penjara dan siapapun yang terlibat itu harus bertanggung jawab secara hukum” katanya.

“Jika tak ada halangan karena ini masih pandemi Covid-19 saya usahakan menghadiri surat panggilan bidang pengawasan di Kejaksaan tinggi sulawesi selatan, Insya Allah”. Pungkasnya

Laporan : Irwan

Editor : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed