oleh

Kuasa hukum TSK Eka karmata bantah tuduhan yang dialamatkan kepada klienya

TOPIKTERKINI-GUNUNGSITOLI – Beredar pemberitaan lewat media online tentang penahan Eka Karmata Telaumbanua yang disampaikan kuasa hukum TSK Furiso Telaumbanua, yang terkesan Tendesius tanpa mencermati pokok permasalahan, kata Eman Syukur Harefa,SH. Senin 15/06/2020

Hal ini berawal dari kasus perkara sanding dalam LP /03/1/2020/NS, tertanggal 01-januari 2020 , Eka karmata Telaumbanua Alias Ama Jesen atas dugaan penganiayaan bersama-sama yang dilakukan pelaku Furiso Telaumbanua dan Amurisi Telaumbanua (saudara kandung) yang terjadi Selasa 31 Desember 2019 sekitar pukul 23:50 Wib didusun II desa Lasara sawe yang mengakibatkan jari korban patah ,

Menurut Eman Syukur Harefa, SH kuasa Hukum Eka karmata Telaumbanua menyatakan,

” Tuduhan yang telah dilontarkan kepada klien saya bertujuan membangun Opini Publik terhadap diri klien saya untuk membunuh karakter dan untuk membodohi publik,

Lanjutnya, perlu saya jelaskan bahwa pihak tersangka Furiso Telaumbanua dan Amurisi Telaumbanua telah nenyandingkan perkara ini dengan LP,/64/II/2020/NS tertanggal 24 Februari 2020 tentang pengancaman, dan LP/02/1/NS/2020/ Tertanggal 1 januari 2020 tentang pengancaman atas laporan Amurisi Telaumbanua yang menetapkan klen saya tersangka

Namun perlu di ingat bahwa perkara ini adalah satu untaian kronologi, yang dimana Locus (tempat) dan Tempos (waktu) adalah sama, Sehingga perkara tersebut keduanya saling melaporkan sehingga dikategorikan perkara tersebut perkara sanding, artinya Apabila tersangka yang satu ditahan maka tersangka lainya juga wajib hukumnya ditahan, atau beberapa perbuatan pidana terjadi dalam suatu untaian kronologi yang tempos dan locus sama dalam perkara sanding, Apabila tersangka tidak ditahan maka tersangka lainnya juga tidak ditahan. Kata Eman sambil melontarkan senyum saat dikonfirmasi awak media. (tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed