oleh

Pembunuhan Anak di Bantaeng Terancam Pidana Mati

TOPIKTERKINI.COM–BANTAENG: Penyerahan berkas perkara tahap pertama kasus pembunuhan anak dilakukan Penyidik Polres ke Kantor Kejari Bantaeng Jalan A. Mannapiang, senin 15/6/2020. Hal ini disampaikan Kasi Intel Budi Setyawan, SH., melalui pesan WatsAppnya yang diterima meja redaksi pagi ini, Selasa 16/6/2020.

Berkas perkara pembunuhan anak di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng bulan Mei lalu, Perkara ini sempat menjadi viral karena dilakukan dengan cara yang tergolong tidak biasa atau sadis dan diduga dilakukan oleh anggota keluarga inti (kakak korban).

“Berkas perkara tahap satu telah diterima Kejari, selanjutnya akan diteliti Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Negeri Bantaeng paling lama 7 hari melakukan penelitian berkas perkara” ucap Budi via selularnya.

Adapun aspek yang diteliti lanjut Budi, meliputi aspek formil dan materiil. Aspek formil yaitu terkait dengan kelengkapan administrasi berkas perkara berupa surat-surat, data tertulis dan dokumen serta kelengkapan dalam hak-hak formil yang dimiliki oleh tersangka, tambahnya.

Dia juga mencontohkan sebagai syarat formil adalah, dalam hak mendapatkan bantuan hukum, mengajukan saksi dan ahli meringankan dan aspek-aspek formalitas dalam peraturan perundang-undangan, tuturnya.

Sedangkan aspek materiil masih kata Budi yaitu aspek terkait dengan materi atau isi berkas perkara dikaitkan dengan unsur pasal yang disangkakan kepada tersangka. Apakah masih dibutuhkan kejelasan atau kedetailan terkait dengan unsur pasal tertentu yang harus dijelaskan dikaitan dengan fakta perbuatannya.

Dalam perkara ini Penyidik Polres Bantaeng menetapkan 2 (dua) tersangka dalam perkara ini yaitu dengan inisial RBD dan SBD yang merupakan kakak kandung korban.

Setelah dilakukan penelitian berkas perkara maka Jaksa akan menentukan sikap apakah sudah lengkap atau belum. Apabila belum lengkap maka akan diikuti dengan petunjuk dari Jaksa kepada Penyidik untuk dilengkapi. Petunjuk dalam hal ini juga dapat berupa pemisahan berkas perkara atau splitsing ataupun sampai dengan kemungkinan penambahan jumlah tersangka atau juga penambahan penjeratan pasal.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP tentang Permufakatan Pembunuhan Berencana dan UU No.25 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal yaitu pidana mati, pungkasnya. (Ar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed