oleh

Pupuk Langka, Petani di Bantaeng Menjerit

TOPIKTERKINI.COM–BANTAENG: Kelangkaan pupuk mulai dirasakan petani di Bantaeng, hal ini menjadi perhatian Forum Pemerhati Petani Butta Toa (FP2BT) saat ditemui pewarta di halaman kantor DPRD Bantaeng, Kamis 2 Juli 2020.

Kelangkaan ini dirasakan petani di Kabupaten Bantaeng pasca banjir bandang yang menimpa sebagian wilayah pertanian di Butta Toa. Petani terpaksa membeli pupuk non subsidi meskipun dengan harga mencapai 200ribuan.

Jamalluddin Ketua FP2BT merasa prihatin melihat kondisi petani, menyampaikan hal ini usai melakukan konsultasi dengan Didik Sugiarto anggota DPRD dari komisi 2 yang membidangi Dinas Pertanian.

“Baru bulan awal bulan Juli 2020 kuota pupuk urea kita sudah habis” ungkap Jamaluddin. Sebagai lembaga pemerhati petani dirinya merasa kasihan petani kedepannya kalau pemerintah tidak segera mencarikan solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk, katanya.

Dia juga berharap kepada pemerintah agar kiranya pupuk bersubsidi jenis urea yang menjadi kebutuhan petani bisa tercukupi tahun ini, tambahnya.

Ketua FP2BT ini juga mengingatkan kembali salah satu misi Bupati untuk tetap menjaga ketersediaan pupuk bagi petani, pungkas Jamaluddin mengingatkan.

Ditempat yang sama anggota DPRD anggota komisi 2 Didik Sugiarto mengatakan kelangkaan yang terjadi ini diakibatkan kuota yang belum terpenuhi, selain itu pengawasan pendistribusian pupuk tentunya juga pentinf untuk menjadi perhatian dinas pertanian.

“pendistribusiannya dari distributor ke agen supaya diawasi secara manajemen pertanian” kata Didik mengawali. Termasuk data-data para kelompok tani lanjut Didik, Saya kira kalau itu dilakukan Insya Allah tidak akan terjadi kelangkaan itu, tambahnya.

Hal yang terpenting menurut legislator Gerindra ini bantuan pupuk belum sepenuhnya tersalurkan.
“untuk musim di tahun ini karena bantuan itu belum mencapai target yang sebetulnya, target 16.000 ton tapi baru terdistribusi sekitar 7000 ton” jelas Didik

Dia juga berharap bantuan itu dialokasikan kembali. “kita baru menunggu bantuan dari pemerintah untuk dialokasikan kembali” pungkas Didik.

Kepala Dinas Pertanian yang berusaha ditemui di kantornya tidak berada ditempat. “Bapak sementara rapat di kantor Bupati” jawab Sekretaris Distan.

Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed