oleh

JOKOWI MARAH, JOKO TJANDRA LENGGANG KANGKUNG

JOKOWI MARAH, JOKO TJANDRA LENGGANG KANGKUNG
OLEH Ahmadi Haruna

Pekan terakhir Juni 2020, masyarakat kita disunguhkan dua peristiwa yang cukup menarik disimak dan diikuti perkembangannya

Begitu sensasinya media cetak dan televisi terus menjadikan topik utama, belum lagi warga yang demam medsos jemarinya Tak henti mengetik akan tanggapannya yang kadang memberikan penafsiran yang sangat liar Dan cebderung Tak dapat dipertanggungjawabkan.

Namun ini adalah resiko Dan efek perkembangan tehnologi yang telah membuka dua pintu secara bersamaan, pintu ” kecepatan” informasi
dan pintu “ketidak akuratan” yang memengaruhi manusia mengambil tindakan atau keputusan.

Hebatnya, muncul edaran atau selebaran di Medsos yang mendahului keputusan resmi reshafel kabinet, Hebatnya lagi atmosfir “percaya” cukup menonjol akan susunan kabinet yang tak jelas sumbernya.

Dari sisi IT dan memberikan analysis akan kejadian yang mengemuka, benar adalah hak dan dilindungi dalam aturan kebebasan mengeluarkan pendapat. Persoalannya, pretensi untuk memberikan respon peristiwa yang kemudian di share atau diChat di Medsos sangat sarat dengan nuansa provokatif bahkan menuju timbulnya kegaduhan dimasyarakat yang memang masih rendah akan kemampuan memfilter mana berita yang layak dan tidak layak dipercaya.

Dua pertanyaan diatas atmosfirnya menggemuruh baik pada dunia Maya maupun dunia nyata, meski simpulnya tak jua ditemukan.Penyebabnya cukup berdasar, inti marahnya “Bo’s” Soal Covid 19 yang berakibat menyemburnya kalimat RESHAFEL BAHKAN PEMBUBARAN LEMBAGA ,dan Wilayah ini, hak sepenuhnya presiden. jadi cukup maklum jika tak ada yang mampu menemukan sesungguh apa yang sedang berkecamuk dipikirkan dan hati Jokowi.

Kenapa rapat tertutup kemudian tiba-tiba muncul menjadi komsumsi publik, Apa yang ingin dicapai dari expose marah besarnya seorang presiden.

Apa sekedar “pengumuman” pada masyarakat bahwa dirinya telah jungkir balik menahan laju wabah Corona atau marah “asli” Jokowi karena pandemi Covid 19, terus saja meningkat dan dinilai sebagian pembantunya masing-masing hanya memperjuangkan bidangnya ?

Yang fatal lagi, tak ada Instansi hukum yang mampu memberikan keterangan yang bisa membuat masyarakat tenang tentang kapan dan lewat mana Joko Tjandra masuk Ke Indonesia, semuanya hanya memberikan keterangan yang mengambang.

Saat ini telah hadir dua pekerjaan rumah yang dituntut para penegak hukum kerja extra yaitu menahan langkah Joko Tjandra untuk tidak lenggang kangkung keluar masuk Indonesia dan kerja keras para pembantu Joko Widodo agar laju Covid 19 dapat dihentikan, Semoga segala gerak dapat menghasilkan buah Manis.Amiin.

Kaitan marahnya Jokowi, tak bisa dibantah” hebohnya ” akibat tehnologi baik media elektronik yang begitu berulang ulang menayangkan gambar Jokowi dalam keadaan marah diatas fodium didepan sejumlah para pembantunya, Yang perlu ditelisik rapat kabibet yang digelar dengan titel rapat tertutup tanggal 18 Juni 2020, kemudian barulah di share, di like di youtube tanggal 28 Juni dan secara marathon diulang tayangannya di beberapa Chanel Tv.

Sepuluh hari internal waktu inilah menjadi polimik oleh berbagai unsur bahkan menjadi diskusi ILC yang alot dan membuahkan penafsiran silang antar narasumber.

Bila ditilik rentetan waktu dari dua peristiwa, ada isyarat scenario dibuat oleh orang-orang yang dekat dari kedua tokoh central ini.Tanggal 8 Juni Joko Tjandra hadir dipengadilan, 18 Jokowi marah besar dalam rapat kabinet tertutup, 28 Juni sidang perdana Joko Tjandra, rekaman rapat Jokowi dishare di Youtube juga tanggal 28 Juni, ini artinya ada upaya kepulangan Joko Tjandra disembunyikan orang tertentu dengan menempel disebuah peristiwa Negara agar terhindar dari perhatian publik.Beruntunglah sidang gagal digelar dan media dengan tanggap dan cepat mempublikasikan hadirnya Buronan Kejaksaan dan lenggang kangkung di Indonesia.

Saat ini muncul pertanyaan, susunan kabinet reshafel BENAR ATAU HOAX ? Sederhana tentunnya jawabannya, dua duanya bisa benar.Yang jelas sejumlah Chanel TV telah memperbincankannya lewat wawancara beberapa tokoh.Apalagi gaya dan karakter Jokowi ketikan marah-marsh terus menghiasi kaca Tv, makanya jangan heran bila didunia maya/ medsos subur komentar dengan bahasa beraneka ragam

JOKO MEMBUMI

Belum usai celoteh akan marahnya Jokowi, muncul Joko Tjandra buronan Negara yang sudah sembilan tahun tiba-tiba muncul di Pengadilan Jakarta Utara mendaftakan PK nya bersama pengacaranya Andi Putra ini terjadi tanggal 8 Juni 2020. Ironisnya tak ada yang mengenalnya bahkan hebohnya bersamaan dengan waktu terexpose kemarahan Jokowi yakni tanggal 28 Juni dimana hari seharus juga Joko Tjandra hadir dalam sidang pertamanya namun absen karena gangguan kesehatan, ungkap pengacaranya Andi Putra.

Bila ditilik rentetan waktu dari dua peristiwa, ada isyarat scenario dibuat oleh orang-orang yang dekat dari kedua tokoh central ini.Tanggal 8 Juni Joko Tjandra hadir dipengadilan, 18 Jokowi marah besar dalam rapat kabinet tertutup, 28 Juni sidang perdana Joko Tjandra, rekaman rapat Jokowi dishare di Youtube juga tanggal 28 Juni, ini artinya ada upaya kepulangan Joko Tjandra disembunyikan orang tertentu dengan menempel disebuah peristiwa Negara agar terhindar dari perhatian publik.Beruntunglah sidang gagal digelar dan media dengan tanggap dan cepat mempublikasikan hadirnya Buronan Kejaksaan dan lenggang kangkung di Indonesia.

Yang fatal lagi, tak ada Instansi hukum yang mampu memberikan keterangan yang bisa membuat masyarakat tenang tentang kapan dan lewat mana Joko Tjandra masuk Ke Indonesia, semuanya hanya memberikan keterangan yang mengambang.

Saat ini telah hadir dua pekerjaan rumah yang dituntut para penegak hukum kerja extra yaitu menahan langkah Joko Tjandra untuk tidak lenggang kangkung keluar masuk Indonesia dan kerja keras para pembantu Joko Widodo agar laju Covid 19 dapat dihentikan.Semoga segala gerak dapat menghasilkan buah Manis.Amiin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed