oleh

Etika Politik Pada Pilkada Konawe Utara

Etika Politik Pada Pilkada Konawe Utara

Oleh :
Jakri Jafar. S.Sos
Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Konawe Utara

Sebagai bagian dari proses berdemokrasi Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) menjadi ajang bagi rakyat untuk memaknai arti politik dalam menentukan arah dan masa depan khususnya di daerah kita tercinta Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menjadi pemilih yang bertanggung jawab, cerdas dan bermoral, harusnya menjadi catatan penting buat kita semua.

Menjelang hajatan politik 5 ( Lima ) tahunan ini, Pilkada menjadi topik utama di daerah, namun harusnya bukan sekedar menjadi bahan diskusi instan, peristiwa politik besar dan terencana semacam ini, semestinya di jadikan bahan refleksi dan evaluasi tentunya bagi rakyat sebagai pemilih, dan kandidat yg akan di pilih pada pesta demokrasi serentak nantinya.

Kabupaten Konawe Utara adalah salah satu Daerah yang usianya terbilang cukup muda, juga akan kembali meggelar Pilkada serentak kali ketiga untuk menentukan pemimpinnya, yang tentunya akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020 ini.

Sebuah daerah yang kaya akan Sumber Daya Manusia ( SDM ) serta Sumber Daya Alam ( SDA ), Konawe Utara telah memberikan warna tersendiri dalam peta politik daerah di Sulawesi Tenggara.

Sebuah daerah yg majemuk dengan suku dan agama, Pilkada Konawe Utara harusnya dapat berfungsi sebagai ruang belajar berdemokrasi yg efektif bagi bangsa, namun pada praktiknya saat ini kualitas personal maupun kelompok sering mereduksi elemen politik rakyat pada pertarungan ide – ide dan gagasan yang Apolitis antara kelompok.

Isu – isu negatif, hujatan, dan sindiran antara personal dan kelompok pendukung hampir menjadi konsumsi politik sehari hari, dan tanpa di sadari hal ini sebenarnya akan membuat perpecahan sosial.

Perlu diketahui fenomena politik seperti ini sebenarnya akan berpotensi pada konflik horizontal bagi rakyat, sesungguhnya apapun prosesnya pilkada mestinya menjadi sarana berdemokrasi yang bermoral dan beretika.

Namun jika kelompok atau pendukung salah satu kandidat lebih memerankan skenario Politik identitas, maka massa, rakyat, dan pemilih akan mudah terprovokasi.

Disisi inilah pilkada tidak mampu berperan sebagai pembentukan karakter politik yang bermoral, namun lebih ber orientasi pada perebutan kekuasaan di daerah.

Kesadaran dan keterlibatan banyak pihak sangat di butuhkan di daerah yang sangat kita cintai ini, guna menjadikan Pilkada Konawe Utara yang lebih Santun, Damai, Dan Bermoral.

Komentar

News Feed