oleh

Pasca Meninggalnya Karyawan PT PAU Positif COVID 19, Masyarakat Demo Perusahaan dan Satgas COVID Banggai

TOPIKTERKINI.COM – BANGGAI : Masyarakat Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulteng  melakukan demo perusahaan PT. Panca Amara Utama (PAU) dan Satgas Penanggulangan COVID- 19 Banggai, pada Senin ppagi (27/7/2020), sekitar pukul 08.00 Wita.

Aksi spontanitas puluhan masyarakat Batui pendemo menuntut pihak perusahaan dan Satgas Covid Banggai untuk terbuka secara transparan.  Tuntutan itu memiliki alasan, sebab pihak perusahaan dan Satgas COvid Banggai dinilai tertutup terkait status salah seorang karyawan PT. PAU yang dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk, pada Kamismalam (23/7) pukul 23.30 Wita pekan kemarin.

Karyawan yang meninggal dan oleh pihak perusahaan di sebut karena penyakit jantung, ternyata terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel dahak (Swab).

Lebih aneh lagi, jasad korban baru di makamkan pada Sabtu malam (25/7) sekitar pukul 21.00 Wita atau lebih dari 45 Jam berada di kamar mayat RSUD Luwuk. Padahal, sesuai standar WHO (organisasi kesehatan dunia), pasien Covid-19 harus segera dimakamkan sebelum 24 jam.

Informasi yang diterima media ini menyebutkan aksi demo tersebut menuntut pihak perusahaan untuk menutup aktifitasnya sementara serta melakukan swab massal terhadap karyawan. massa aksi juga menuntut pihak perusahaan dan Satgas COVID -19 untuk transparansi terkait status karyawan PT. PAU yang meninggal dunia.

“ ada dua poin tuntutan kami, pihak perusahaan harus menutup kegiatan serta transparan, begitu juga Satgas COVID Banggai harus transparansi, tim gugus seolah menutup dan merahasiakan persoalan meninggalnya salah satu karyawan” kata Sugiarto Adjadar via telepon.

Tim gugus tugas COVID- 19 Kecamatan Batui bersama Polsek Batui serta Koramil 1308-03/Batui berusaha memediasi tuntutan massa aksi. Hingga berita terbit, proses mediasi masih berjalan.

Informasi yang diperoleh, pihak perusahaan telah memberlakukan lockdown area. karyawan yang berada di dalam area perusahaan tidak diberika izin untuk keluar. Begitupun sebaliknya, karyawan lokal di luar area perusahaan tidak di izinkan masuk area perusahaan. lockdown area diberlakukan sejak salah satu karyawan meninggal dunia di RSUD Luwuk dan terkonfirmasi

Laporan : Ahmad Labino/TIM

Komentar

News Feed