oleh

Desak Tuntaskan Kasus Korupsi Kambing, KAB Tuntut Kajari Bantaeng Mundur

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Koalisi Aktivis Bantaeng (KAB) lagi-lagi gelar aksi demo didepan kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng, Jalan Andi Mannappiang, Senin 3/8/2020.

Koordinator aksi Yudha Jaya dalam aksinya kali ini menuntut Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng Dedyng Wibiyanto Atabay mundur dari jabatannya, karena dinilai tidak mampu menangani kasus korupsi Kube Kambing yang diduga melibatkan mantan kepala desa Borong Loe H. Hasyim,

“Jika Bapak Kajari tidak mampu memenjarakan pelaku korupsi Kambing di Borong Loe, sebaiknya Kajari mundur saja dari jabatannya” ucap Yudha.

Kajari Bantaeng Dedyng Wibiyanto Atabay, SH.,MH. Terima Koordinator aksi Yudha Jaya di ruang rapat Kajari, Senin 3 Agustus 2020

Seperti diketahui dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kambing di desa Borong Loe Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng tahun anggaran 2018, telah bergulir sejak dilaporkan tahun 2019. Dana yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia berdasarkan hasil audit BPKP Provinsi Sulawesi Selatan terdapat kerugian negara sebesar 155 juta dari total anggaran 500 juta. Diduga tindak pidana korupsi ini melibatkan mantan kepala Desa Borong loe H. Hasyim yang sampai tahun 2020 ini tidak tuntas, beber Yudha.

Yudha Jaya juga mengatakan sudah beberapakali melakukan unras ditempat yang sama bahkan diakui sebulan yang lalu koordinator aksi ini telah melakukan audiense dengan Kajari pasca pelantikan Kajari Dedying. Pada pertemuan itu lanjut Yudha kajari akui segera menentukan sikap setelah mempelajari kasus-kasus yang menjadi warisan pejabat lama, namun setelah dua bulan berlalu kasus Kube Borong Loe belum juga ada kejelasannya, tutur Yudha.

Mendapat desakan dari Koalisi Aktivis, Kajari Bantaeng Dedyng secara terpisah kepada sejumlah awak media mengakui bahwa dirinya sependapat dengan pendahulunya untuk menetapkan tersangka dalam kasus ini JPU masih butuh pendalaman terhadap sejumlah bukti-bukti.

“kita bekerja berdasarkan mekanisme yang ada, bukan atas dasar desakan dari siapapun atau pihak manapun” kata Dedyng.

Dia juga mengakui bahwa pekerjaan ini juga masih dalam proses, setelah saya pelajari, saya sependapat dengan pimpinan yang dulu (Kajari,Red) bahwa berkas ini perlu dilakukan pendalaman pemberkasan, terkait bukti-bukti itu, Apakah keterangan saksi, ahli dan atau surat lainnya, akunya.

“Dari bukti-bukti yang cukup itu tentunya nanti menjadi dasar untuk menentukan atau menetapkan siapa pelaku di kasus ini dan yang bertanggung jawab” pungkasnya.
Laporan: Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed