oleh

54 Napi Terima Remisi Kemerdekaan, 8 Napi Diantaranya Melenggang Keluar Rutan Bantaeng

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Bupati Bantaeng atas nama Kemenkumham serahkan remisi hari Kemerdekaan RI ke 75 kepada 54 Warga Binaan Rutan Kelas II B Bantaeng yang diserahkan H. Ilham Azikin kemarin secara simbolis. Hal ini disampaikan Kepala Rutan Kelas IIB Ince Muh. Rizal kepada pewarta di ruang kerjanya di Jalan Mawar Kelurahan Pallantikang, Selasa 18/8/2020

“Total yang mendapatkan remisi 17 Agustus tahun ini berjumlah 54 orang, pengurangan masa hukuman terdiri dari 1 sampai 5 bulan, yang kemudian dari hasil perhitungan pengurangan remisi itu ternyata terdapat 8(delapan) Napi yang berhak mendapatkan program asimilasi di rumah” jelas Ince. Jadi penghuni Rutan sampai hari ini total 94 warga binaan, jelasnya.

Dia juga mengatakan bahwa sebanyak 8 orang Napi dihari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, mendapatkan program asimilasi di rumah. “Alhamdulillah dihari kemerdekaan kita semua, kami sampaikan bahwa sebanyak 8 orang narapidana berhak memperoleh program asimilasi di rumah, setelah mereka memenuhi syarat yang telah di tetapkan dalam permenkumham nomor 10 tahun 2020” kata Ince Muh. Rizal.

Para warga binaan tersebut mendapat haknya untuk asimilasi di rumah setelah remisi umum tahun 2020 di keluarkan. Dimana setelah pemberian remisi, semua tahapan pembinaan narapidana tersebut berubah sesuai besaran remisi yang diterima.

Lebih lanjut dikatakan Ince bahwa “saya berharap dengan diberikannya program asimilasi di rumah ini, para narapidana tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan covid-19 di lingkungan keluarga dan tetap berada di rumah selama mejalani program ini” pesan Ince.

Berdasarkan Permenkum HAM nomor 10/2020 maupun Keputusan Menteri nomor 19, yaitu program asimilasi di rumah, ini diperuntukkan kepada narapidana yang telah menjalankan 1/2 masa pidana, dan narapidana yang tidak terkait dengan PP 99/2012.

Dengan adanya program asimilasi di rumah ini, jumlah over kapasitas di lapas/rutan kini mulai berkurang dan program ini ikut menekan gangguan keamanan yang terjadi di dalam blok hunian.

Dibagian akhir Ince kembali mengingatkan “agar seluruh narapidana yang memperoleh asimilasi di rumah agar tidak mengulang maupun melakukan tindak pidana kembali setelah mendapatkan program ini. Karena bagi mereka yang melanggar program ini akan di masukkan kembali ke straff cell untuk menjalani sisa pidananya dan ditambah dengan pidana yang baru jika ada. sesuai dengan perintah dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly”. Tutup Ince.

Laporan: Armin/ Hms Rutan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed