oleh

Sekertaris Koperasi Bulukumba Nyatakan Tidak Semua UMKM Dapat Bantuan

TOPIKTERKINI.COM – BULUKUMBA | Sekertaris Koperasi Bulukumba saat sambung rasa dengan wartawan di ruang kerjanya mengatakan bahwa tidak semua Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dapat bantuan.

“Muh.Rifai Sekertaris Koperasi saat dikonfirmasi hari selasa 18/8/2020 mengatakan “bahwa masa pandemik Covid-19 memang sangat berdampak buruk terhadap para UMKM.

Sementara untuk bantuan yang bersumber dari Anggaran pendapatan belanja Daerah (APBD) hanya 1,950 miliar sehingga tidak semua UMKM dapat bantuan secara merata.

Rifai melihat bahwa untuk usaha UMKM di Bulukumba tercatat ada 30 ribu Usaha Mikro Kecil Menegah, sedangkan yang sudah memiliki Izin Usaha Mikro Kecil Menegah ada 12 rubu. Berdasarkan hasil pendataan dilapangan ada tiga bidang sektor Usaha, mulai bidang perdagangan, bidang jasa, dan bidang produksi.

Sementara dari hasil penilaian dilapangan dari tiga bidang yang terkena dampak Pandemik covid-19 adalah bidang jasa, dan bidang produksi,kalau bidang perdangangan juga kena dampak pandemik namun tetap berusaha dan tidak tutup,hanya masalahnya pembelinya yang kurang,”katanyan

Oleh karena itu,Sekertaris Koperasi bulukumba untuk penyaluran bantuan untuk Usaha Mikro Kecil Menegah(UMKM) hanya diproiritaskan 3.900 penerima bantuan.Setiap penerima bantuan hanya mendapatkan Rp.500.

Penyaluran bantuan untuk Usaha Mikro Kecil Menegah tidak dilakukan dalam bentuk tunai dengan alasan resikonya besar,pertama dilarang untuk berkumpul,apalagi dengan jumlah 3.900 penerima bantuan,besar kemungkinan akan terjadi bencana karena berdesakan dengan penerima lainnya,”ujarnya.

Berdasarkan hasil konfirmasi Topikterkini.Com bahwa dari 3.900 penerima bantuan,masih ada 784 UMKM yang belum menerima bantuan tersebut.Pertama Penerima belum memiliki buku Rekening Bank,bahkan kata Rifai ada juga UMKM salah Rekening,sehingga uang penerima masih ada di Bank tersebut.

Masih kata Rifai bahwa saat ini sudah diajukan ke BPD untuk disampaikan dan segera membuka Rekening guna proses pencarian selanjutnya.Terkait dengan banyaknya masyarakat yang kemudian berlomba-lomba untuk mendapatkan Izin Usaha,itu karena,masyarakat ingin mendaptkan bantuan,namun kata dia izin usaha yang diambil oleh masyarakat nantinya bisa digunakan untuk mengambil bantuan kredit Usaha Rakyat (KUR)

Menyikapi hal itu,Dewan Pimpinan Pusat bidang  Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia BAIN-HAM-RI Departemen Advokasi Invesitgasi A.Burhanuddin angkat bicara bahwa saat ini masyarakat yang sudah mengantongi Izin Usaha berharap uluran tangan pemerintah Daerah melalui dinas koperasi.

Karena sejak pengurusan Izin Usaha melalui pemerintah Desa,selanjutnya diterbitkan oleh pemerintah Kecamatan, namun sangat disayangkan karena masih banyak masyarakat yang belum menerima bantuan yang mereka harapkan.

“Burhanuddin berharap untuk masyarakat yang sudah mengantongi Izin usaha,pemerintah harus mengevaluasi kembali agar masyarakat yang belum mendaptkan haknya,segera dituntaskan,”harapnya.

Laporan: Arsyad

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed