oleh

Yayasan Mitra Husada Kabupaten Jeneponto Gelar Pelatihan TB-HIV

TOPIKTERKINI.COM-JENEPONTO- Yayasan Mitra Husada yang dikenal sebagai lembaga yang bergerak pada issu HIV/AIDS di Kabupaten Jeneponto menggelar pelatihan TB-HIV. (Selasa, 25/08/2020).

Kegiatan yang digelar di Hotel Sari Jeneponto ini melibatkan para pegiat diissu HIV/AIDS Kabupaten Jeneponto. Pengelola program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto Mappibaung yang diundang sebagai pembicara mengungkapkan beberapa fakta terkait HIV/AIDS Jeneponto.
“Sepanjang tahun 2019 Kabupaten Jeneponto mencatat ada 66 orang yang hidup dengan HIV, yang terdiri dari 53 laki-laki dan 13 perempuan, untuk semester pertama 2020 kami mencatat sudah ada 44 kasus positif” ungkapnya.

Lebih lanjut Mappibaung menceritakan perkembangan HIV di wilayah kerjanya.
“Selama 10 tahun terakhir kita sudah mencatat 400 orang yang terinfeksi HIV, dari 400 orang tersebut hanya sekitar 70 orang yang mengakses obat ARV, sisanya kami lost contact, olehnya itu kami mengajak kepada teman-teman sesama pegiat issu HIV untuk tidak henti-hentinya melakukan edukasi kepada masyarakat umum, melakukan notifikasi pasangan merupakan cara yang cukup ampuh untuk melacak mereka yang terpapar HIV namun enggan memeriksakan diri” ajak Bayu sapaan akrabnya.

Di tempat yang sama koordinator lapangan Yayasan Mitra Husada Kabupaten Jeneponto Sirajuddin menganggap apa yang dibicarakan oleh pengelola program HIV/AIDS Dinkes Jeneponto sebagai masalah kesehatan yang cukup serius.
“Saya pikir apa yang disampaikan oleh pak Bayu adalah hal yang serius bagi masalah kesehatan di Jeneponto, 44 kasus positif Jeneponto untuk tahun 2020 ini ibarat fenomena gunung es, kemungkinan besarnya masih terdapat lebih banyak lagi yang belum terungkap, kami sendiri di Yayasan Mitra Husada terus giat mendeteksi kelompok dampingan kami, tiap saat kami melakukan pemeriksaan tes HIV, kami bekerjasama dengan teman-teman di puskesmas untuk berusaha terus menggali fenomena gunung es tersebut, namum tentu cukup sulit jika masyarakat tidak ikut berperan aktif untuk mencegah penularan virus ini” ungkapnya.

Dari pantauan awak media kegiatan tersebut dihadiri oleh petugas layanan PKM Tamalatea, PKM Bontoramba, PKM Bontosunggu Kota, PKM Tolo, PKM, Arungkeke, PKM Togo-Togo, PKM Taroang, tokoh masyarakat dan pemuda.(***) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed