oleh

Pemda Buol Bersama Kemenko Kemaritiman Gelar Rakornis Pengembangan Kawasan Tambak Udang Di Buol.

Topikterkini.Com.Buol – Pemerintah Daerah Kabupaten Buol Provinsi Sulawesi Tengah bersama Kementrian Kordinator Kemaritiman mengadakan Rapat Kordinasi Tekhnis di Hotel Sri Utami,Jumat (25/9).Hadir saat Rakornis Bupati Buol DR.Amirudin Rauf.Sp.OG,M.Si beserta jajaran Pimpinan Satuan Organisasi Perangkat Daerah terkait, Kemenko Kemaritiman yang di wakili oleh Asisten Deputy Perikanan Budi daya Rahmat Mulyanda.S.Pi.M.Mar bersama jajaran serta perwakilan staf kepresidenan.

Rapat Kordinasi Tekhnis kelompok kerja dalam rangka peningkatan produksi industri udang nasional di Kabupaten Buol tersebut membahas pengembangan kawasan tambak udang di Kabupaten Buol sebagai salah satu 5 Lokasi yang di tetapkan pemerintah pusat sebagai prioritas di Indonesia.

Usai pelaksanaan Rakornis Asisten Deputy Perikanan Budi daya Kemenko Kemaritiman Rahmat Mulyanda di tempat yang sama kepada  media ini mengatakan terpilihnya Kabupaten Buol sebagai salah satu lokasi dari 5 lokasi yang ditetapkan pemerintah pusat menjadi kawasan percontohan pengembangan industri udang nasional karena Kabupaten Buol memiliki potensi yang luar biasa untuk pengembangan tambak udang yang  semula adalah bersifat tradisional kita perbaiki produksinya dan terkait erat juga dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah.

“Di Buol Pemdanya memiliki prioritas mengembangkan program agri culture dan Aqua culture sebagai prioritasnya jadi antara Pusat dan Daerah nyambung.”Ungkap Asdep Rahmat.

Asdep Rahmat Mulyanda juga menjelaskan sinergitas program tersebut di mana Aqua kultur adalah Budi daya perikanan yaitu pertambakan udang dan Agri kultur yakni pengembangan peternakan dengan program ” One Man One Cow,”jagung dan padi sehingga kabupaten Buol menjadi percontohan untuk di kembangkan sebagai model klaster udang andalan di 5 lokasi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Ia juga meyebutkan terkait suksesnya program besar ini nantinya secara Tekhnis pihak Kemenko Kemaritiman akan bersinergi dengan melibatkan Kementerian terkait seperti Kementerian PUPR, Kementerian ATR BPN,Kemendagri, BKPM,Kementerian ESDM serta Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah .

“Peran kami adalah mengawal program nasional tercapai dan mengkonsolidasikan kekuatan yang ada agar antara satu lembaga dan lembaga lainnya berkolaborasi dengan baik.”jelasnya.

Mengenai kelembagaan asdep Rahmat menyampaikan program pengembangan budidaya tambak udang dengan teknologi semi intensif yang akan diterapkan di Buol akan di bentuk cabang yang di bawahi oleh UPT Balai Budi daya air Payao Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ada di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan.

Asissten Deputy perikanan Budi daya Kemenko Kemaritiman Rahmat Mulyanda mengapresiasi Pemda Buol yang telah menghibahkan Lahan seluas 15 hektar di Kelurahan Bugis Kecamatan Biau menjadi kantor cabang dan demplot.Ia berharap
RPJMD dan RESTRA Daerah di pastikan secara kebijakan mendukung untuk pengembangan program Aqua kultur agar sinergi dan terkoneksi pusat dan Daerah serta dukungan Perda.

” Mohon semuanya bisa termotivasi secara optimal sesuai perannya dan minta kepada seluruh kelompok masyarakat petambak harus terlibat secara baik,jadi masyarakat juga harus merasa memiliki program ini dan tidak hanya mengandalkan bahwa ini bantuan pusat sehingga menjadi keberhasilan yang membawa kesejahteraan bagi rakyat buol seperti daerah daerah lain.”pungkasnya.

Liputan : Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed