oleh

PT Multi Bumi Sejahtera (MBS Versi Deny), Diduga Lakukan Pencurian Ore Nikel di Konawe dan Tabrak Aturan

TOPIKterkini.com – KONAWE | Kasus dugaan pencurian material Ore Nikel yang terletak di Desa Dunggua, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh PT Multi Bumi Sejahtera (PT. MBS Versi Deny Zainal Ahuddin), menjadi sorotan dari pihak Budhi Yuwono (pemilik ore nikel).

Pasalnya, PT. MBS Versi Deny telah mengangkut atau diduga mencuri ore nikel sebanyak kurang lebih 30.000 metrik ton (MT) yang berlangsung sekitar lima bulan terakhir.

Selain pencurian, aktifitas penambangan diduga ilegal mining. Sebab kegiatan yang dilakukan berada diluar titik koordinat IUP PT. MBS Nomor 213. Sedangkan titik koordinat PT. MBS berada di lokasi persawahan.

Ketgam : Jabalnur (pemegang kuasa)

Hal tersebut diungkapkan oleh Jabalnur selaku pemegang kuasa dari Budhi Yuwono (pemilik ore nikel). Selasa (27/9/2020).

Lanjut kata Jabalnur, bahwa aktifitas PT. MBS tidak mengantongi Izin Usaha Jasa Penunjang (IUJP) Pertambangan, berupa Izin Jalan Kabupaten.

“PT Multi Bumi Sejahtera, diduga menambang diluar IUP (ilegal mining) dan menabrak aturan perundang – perundangan minerba yang ada,” ungkap Jabalnur.

Kemudian, diduga keras oknum Deny Zainal Ahuddin dan kawan-kawan telah melakukan perubahan manajemen akte notaris PT MBS (pemalsuan surat) tanpa diketahui oleh Direktur Utama Saut Sitorus.

“Diketahui, Saut Sitorus pemegang saham terbanyak yakni 52 persen di Perusahaan PT. MBS,” tutur Jabalnur.

Atas dasar itu, Saut Sitorus telah melaporkan kasus tindak pemalsuan surat atau akte perusahaannya ke Polres Bogor. Dengan laporan polisi nomor: LP/364/B/VII/2020/SPKT, pada Rabu tanggal 22 Juli 2020 sekira pukul 11.00 WIB di Kota Bogor.

Hingga berita ini dipubliks belum ada keterangan resmi dari pihak Deny Zainal Ahuddin.

Laporan: Darman

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed