oleh

GMKI Gunungsitoli minta bupati Evaluasi kinerja Kadis Dukcapil Nias

TOPIKTERKINI-KABUPATEN NIAS-Beredarnya video seorang masyarakat yang membuat keributan dikantor dukcapil nias membuat heboh kalangan masyarakat kabupaten nias dan menjadi pembicaraan hangat diberbagai kalangan (28/9) diduga Pelayanan Publik kepada masyarakat tidak bagus. Selasa 29/09/2020.

Melihat situasi tersebut ketua BPC GMKI Gunungsitoli Sepriman zai berkomentar, bahwa kejadian tersebut sangatlah memalukan dan bukti dari kinerja yang buruk selama ini oleh Kepala Dinas Dukcapil beserta pegawainya.

” Kami melihat bahwa kinerja Dukcapil selama ini sangatlah buruk termasuk pelayanan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat saat mengurus keperluan data di dukcapil.

Lebih lanjut sepriman menyampaikan bahwa keributan di dukcapil sudah sering terjadi dan penyebabnya semua sama.

Kinerja buruk ini bisa kita buktikan bersama dengan pengurusan pengurusan berkas masyarakat seperti Kartu keluarga, KTP, akta lahir, akta kematian, dll yang prosesnya sangat begitu lama bahkan bisa sampai tahunan baru selesai.
Jika dibandingkan dengan nias selatan yang jumlah penduduknya 2 kali lebih banyak dari jumlah penduduk kabupaten nias sangatlah jauh berbeda. Contohnya saja di nias selatan pengurusan KTP siap dalam sehari sedangkan di kabupaten nias sampai berbulan bulan dengan alasan BLANKO kosong,

Beranjak dari hal ini Sepriman berharap Bupati Nias bisa mengevaluasi kinerja Kadis dukcapil agar pengurusan berkas masyarakat bisa lebih cepat dan pelayanan semakin baik. Jika tidak bisa diubah maka kita berharap Bupati Nias bisa mengambil keputusan yang lebih tepat, kalau perlu Kadis Dukcapil di copot dari jabatannya.

Kami juga berharap kepada DPRD kabupaten nias bisa menyuarakan keluh kesah masyarakat kita selama ini yang kesusahahan dalam pengurusan pengurusan data di dukcapil nias.
Berikanlah kami bukti bahwa DPRD itu keberpihakannya pada masyarakat, pungkasnya mengakhiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

News Feed