oleh

Putuskan Aliran Listrik Pelanggan Tidak Melalui Meteran, PLN Dinilai Tidak Profesional

TOPIKTERKINI.COM – MAKASSAR | Kekecewaan yang dialami warga jalan perintis akibat adanya pemutusan aliran listrik yang tidak melalui kilometer, melainkan lewat kabel yang berada diatas seng.

Pemilik rumah yang berinisial JL yang beralamat Perintis 1 Lorong 2 Nomor 7 menilai pihak PLN tidaklah profesional didalam menjalankan tugas apalagi sampai memutus alairan Listrik tidak melalui Kilometer (KW)

Kekesalan yang dirasakan oleh JL dan istrinya setelah dilakukan pemutusan aliran Listrik membuat suasana didalam rumah jadi gelap gulita, anak-anak merasa ketakutan apalagi masih usia kurang lebih dua tahun.

Masih kata JL saat dikonfirmasi 8/10/2020 bahwa terkait keterlambatan pembayaran bukanlah faktor kesengajaan, namun diakui bahwa sejak pandemi covid-19 dirinya sangat kesulitan dari segi perekonomian hampir semua kegiatan terputus, dulunya masih ada anak kos tapi setelah pandemi, anak-anak diliburkan bahkan ada satu dua orang belum bayar kos,”katanya.

Putuskan Aliran Listrik Pelanggan Tidak Melalui Meteran, PLN Dinilai Tidak Profesional
Bukti Pembayan Tunggakan

Tapi meskipun itu terjadi, dirinya tetap berusaha untuk membayar tunggakan listriknya, Ia berharap agar pihak PLN bertanggung jawab atas segala hal yang sudah dilakukan terhadap keluarga inisial JL.

Dikonfirmasi dihari yang sama petugas  PLN Baddoka Daya mengatakan bahwa semua dilakukan setelah melalui proses teguran dan pemanggilan pelanggan selama tiga kali, setelah itu pihak pelanggan membuat surat pernyataan untuk tidak menungga diatas materai.

Terkait pemutusan tidak melalui Kilometer (KWH) karena pelangga atas nama Islamiah tidak membuka pintu pada saat petugas PLN berada didepan pintu.

Sementara masyarakat disekitar rumahnya mengatakan bahwa pemiliknya ada didalam rumah, sehingga petugas PLN melakukan pemutusan Aliran sementara melalui Saluran SR,”katanya.

Kata Syarif bahwa pemutusan dilakukan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP),”tutupnya.

Laporan: Andi Burhanuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed