oleh

Kantor DPRD Jeneponto Disita Oleh Demonstran

TOPIKTERKINI.COM-JENEPONTO- Ratusan demonstran menduduki gedung DPRD Kabupaten Jeneponto sebagai bagian dari respon terhadap disahkannya undang-undang Omnibus law. (Jumat, 09/10/2020).

Ratusan demonstran ini menamakan dirinya Gerakan Jeneponto Tolak Omnibus Law. Dalam pernyataan sikapnya Alim Bahri menegaskan ada delapan point yang menjadi tuntutan teman-temannya.
“Kami memiliki dalam point tuntutan, salah satu point nya adalah meminta seluruh anggota DPRD Kabupaten Jeneponto untuk menandatangani penolakan undang-undang Omnibus Law”, tegasnya.

Aksi demonstrasi ini berujung pada pendudukan gedung DPRD Kabupaten Jeneponto oleh seluruh peserta aksi. Saat mendudukk gedung DPRD Jendral Lapangan Hasril Ramli secara simbolis menyatakan bahwa masyarakat Jeneponto telah menyita gedung tersebut.
“Bahwa gedung DPRD Jeneponto saya nyatakan disita oleh rakyat Jeneponto”, ucapannya sambil mengetuk palu sidang sebanyak 3 kali.

Tidak hanya itu, para demonstran berhasil meminta beberapa anggota DPRD untuk menandatangani pernyataan sikap untuk menolak undang-undang Omnibus law. Sampai berita ini diturunkan sebanyak 15 orang dari 40 anggota DPRD Kabupaten Jeneponto telah menandatangani pernyataan sikap tersebut.(***) 

 

Laporan: Usmank Lompo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed