oleh

Pernyataan Jaksa Yudi Terkesan Tendensius diduga berpihak kepada Oknum Guru Penipu berinisial AZ

TOPIKTERKINI-GUNUNGSITOLI-Sidang Pemeriksaan Saksi-Saksi Pelapor pada tanggal 20/10/2020 dua hari yang lalu atas Dugaan penipuan yang dilakukan Oknum Guru Berinisial AZ terkesan tidak Transparans, Jaksa Yudi Diduga Segaja Tak berikan surat pemberitahuan kepada saksi pelapor. Kamis 22/10/2020

Hal ini terpantau saat sidang dua hari yang lalu tepatnya hari selasa (20/10) yang dilaksanakan dipengadilan Negeri Gunungsitoli yang terletak dijalan Pancasila tepatnya disamping kantor walikota Gunungsitoli itu,

Hal ini diakui Maffawati Zendarate sebagai pelapor bahwa surat pemberitahuan Sidang tentang Pemeriksaan Saksi-Saksi belum sampai ditangan mereka,

Foto : Saat Sidang telah selesai pada hari selasa (20/10) Pemeriksaan Saksi-saksi , dimana tidak terlihat saksi hadir pada saat itu

” Kami tidak tau kalau ada sidang pemeriksaan saksi-saksi pak, kami tidak menerima surat pemberitahuan,” Tuturnya Ina Oman sebagai Pelapor

Pasalnya Jaksa Yudi Permana, S.H Terkesan Tendensius saat dikonfirmasi tentang ketidak hadirnya saksi-saksi dari pelapor pada saat sidang Pemeriksaan Saksi-saksi hari selasa yang lalu,

Katanya,” mengenai kasus itu silahkan datang dikantor karena kami tidak bisa menjawab lewat via seluler, Dan bapak tidak bisa membawa Ponsel saat konfirmasi terhadap kami karena seperti itu aturanya, lagi pula bapak kan hanya bertanya.” Ucap Yudi Jaksa dalam kasus Dugaan penipuan seorang Oknum Guru AZ dari Nias utara yang terkesan menutupi diri dengan beberapa alasan agar dirinya tidak dikonfirmasi.

Namun beberapa hari yang lalu tepatnya hari senin (19/10) beberapa Wartawan datangi kantor kejaksaan Negeri Gunungsitoli untuk konfirmasi kepada jaksa yudi namun dihalangi petugas sikuriti kejaksaan dengan berdalih ponsel tidak bisa dibawa kedalam ruangan kejaksaan saat konfirmasi kepada salah satu jaksa

Dari pantau Awak media , Kejaksaan Negeri Gunungsitoli diduga tidak Teransparan dan kangkangi Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 Tentang PERS pasal 18 ayat 1 ” Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed