oleh

Diduga Menyalahi Bestek Rekonstruksi Tanggul Sungai di Bantaeng Menuai Sorotan

TOPIKterkini.com–Bantaeng: Pekerjaan rekonstruksi tanggul sungai cabodo di kelurahan Bonto Atu Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng mendapat sorotan dari LSM Amanah Garuda Indonesia (Agindo)

Melalui rilis yang disampaikan kemeja redaksi, Ketua LSM Agindo Aswar, menduga proyek yang dikerjakan oleh CV Satria Manggala meninggalkan pekerjaan yang belum selesai pengerjaannya.

Tampak pekerjaan tanggul jalan lingkar kelurahan Bonto Atu Kecamatan Bissappu, yang belum belum difinishing oleh rekanan, Minggu 1 November 2020

“Rekonstruksi tanggul sungai dampak banjir bandang tersebut diduga telah di nyatakan rampung 100% oleh pihak PPTK dari Dinas Pekerjaan umum (PU) Kabupaten Bantaeng, padahal faktanya dilapangan belum selesai sampai saat ini dan dilapangan sudah tidak ada aktivitas Pekerjaan” kata Aswar dalam laporan tertulisnya. Sabtu 31/10/2020, kemarin.

Berdasarkan pantauan langsung LSM Amanah garuda indonesia (Agindo) dilokasi proyek yang berada di Kelurahan Bonto Atu Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng yang tidak jauh dari kediaman pribadi Prof. Nurdin Abdullah (Gubernur) Provinsi Sulawesi Selatan, di Jalan Lingkar itu, nampak tanggul yang dikerjakan secara asal-asalan dan itu kami anggap tidak sesuai bestek (perencanaan).

Selain itu pekerjaan yang belum difinishing, namun ditinggalkan pekerjanya itu menurutnya dikerjakan secara asal-asalan. “Pekerjaan rekonstruksi tanggul di Bantaeng dikerjakan secara asal-asalan diduga tidak sesuai perencanaan(bestek)” ungkap Aswar.

Kepala dinas PUPR Bantaeng melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) M. Zukri, saat dikonfirmasi via ponselnya, minggu 1/11/2020 siang, menepis dugaan itu, menurutnya pekerjaan yang berada dilokasi jalan lingkar Kelurahan Bonto Atu itu akan segera diselesaikan rekanan.

“Pekerja yang di Bonto Atu itu, saat ini konsentrasi di hilir, yang padat pemukiman” terang Zukri.

Sebagai Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dirinya melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), telah dimintai pertimbangan sebelum ada pengalihan pekerja. “Pihak rekanan sudah menyampaikan jika pekerja, dikosentrasikan ke hilir sungai yang merupakan daerah padat permukiman, setelah itu mereka (pekerja, red) kembali ke Bonto Atu merampungkan plesteran tanggul yang tertunda” jelasnya.

“Penyelesaian pekerjaan finishing tanggul di Bonto atu itu sisa menunggu waktu saja, jika tidak halangan senin besok sudah ada pekerja disana” pungkasnya.

Laporan : Armin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed