oleh

Dengar Kumandang Adzan yang merdu, WBP Lapas Kelas IIA Watampone dari Katolik masuk Islam

TOPIKTERKINI.COM – BONE | Subhanallah Hidayah Islam bisa datang kepada siapa saja, Salah satunya yang terjadi kepada salah seorang seperti seorang Warga Binaan Pemasyarakatan ( WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Watampone, Sulawesi Selatan, Karena mendengar suara adzan yang merdu, WBP ini mantap untuk memeluk agama Islam.

Dengar Kumandang Adzan yang merdu, WBP Lapas Kelas IIA Watampone dari Katolik masuk IslamWBP yang bernama Sultim, pria berumur 21 yang sebelumnya merupakan seorang Katolik, mantap masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Miftahu Taubah Lapas Watampone, jalan Yos Soedarso Kelurahan Tibojong Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone, Senin 02/11/2020 pagi.

Sultim dengan fasih mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipandu oleh Kepala KUA Tanete Riattang Timur H. Abustang, S.Ag., MH., Hadir pada kesempatan ini sebagai saksi, yakni Kepal Lapas Watampone, Lukman Amin, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik Ramli dan Kasubsi Bimkemaswat Surianto serta segenap Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Watampone.

Usai berikrar syahadat yang disaksikan oleh muslim lain, Sultim dejesus dasilva mengganti namanya menjadi Muhammad Sultim dimana nama tersebut merupakan usulan dari Bapak Kasi Bimnadik.

Lebih jauh Muhammad Sultim selanjutnya mengungkapkan kemantapan hatinya untuk menjadi mualaf, lantaran merasa tenang usai mendengarkan kumandang Adzan di Lapas Watampone dan menarik serta menjadi motivasi tersendiri baginya melihat rekan-rekan sekamarnya yang taat melangkahkan kakinya ke Mesjid untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Menurutnya agama Islam itu tenang dan juga damai, bahkan sebelum ia masuk ke dalam Lapas, ia bahkan sering sekali berada di sekitar area Masjid hanya untuk mendengarkan ustadz berceramah. Melalui kesempatan ini juga ia memohon doa agar tetap istiqomah dalam keislamannya karena ia yakin hanya islamlah yang membuat hidupnya damai dan tenang meski berada di dalam Lapas.

Laporan: Ani Hammer

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed