oleh

Paulus Gulö Himbau masyarakat Tolak tindakan money politik di pikada

TOPIKTERKINI-MEDAN-Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional indonesia Sumatera Utara (DPD GMNI Sumut), Paulus Peringatan Gulo, menghimbau masyarakat untuk menolak segala bentuk tindakan money politik di pikada yang akan datang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Paulus, berdasarkan UU Pasal 73 ayat 3 Undang Undang No. 3 tahun 1999 yang berbunyi, barang siapa pada waktu diselenggarakannya pemilihan umum menurut undang-undang ini dengan pemberian atau janji menyuap seseorang, baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya untuk memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan cara tertentu, dipidana dengan pidana hukuman penjara paling lama tiga tahun.

“Pidana itu dikenakan juga kepada pemilih yang menerima suap berupa pemberian atau janji berbuat sesuatu, jadi kita sarankan untuk tidak melakukan tindakan politik uang di pesta demokrasi kali ini,” kata Paulus.

Bukan hanya kepada masyarakat, lanjut Paulus, tapi kepada seluruh calon yang terdiri dari 17 calon Bupati dan wakil Bupati serta 6 calon Walikota dan calon wakil walikota se-sumut.

Mantan Presiden mahasiswa Universitas Sisingamangaraja ke-XII tahun 2017-2018, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPD GMNI Sumatera Utara itu menyampaikan bahwa pemimpin yang dibutuhkan masyarakat saat ini sebaiknya bukan pemimpin yang penuh dengan iming-iming atau janji.

“Kondisi ekonomi yang down akibat Covid-19 saat ini mengharapkan sosok pemimpin yang tidak hanya pandai janji, selain harus punya sosial yang tinggi, calon pemimpin tersebut harus punya ide atau gagasan yang terukur,” imbuhnya.

Terakhir, Paulus Gulo berharap pemimpin yang terpilih nanti mampu mengembangkan produktifitas Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di daerahnya masing-masing.

“Hal-hal seperti pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, pemberdayaan SDA dengan produktifitas yang jelas kami percayakan untuk diemban oleh pemimpin yang terpilih. Tak lupa partisipasi masyarakat di setiap daerahnya juga.

“Artinya bukan hanya penonton tapi sebagai masyarakat yang turut ambil andil di pengembang daerah tersebut,” tutup Paulus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed