oleh

Komposisi Berubah, Bantuan BPNT di Jeneponto Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan

TOPIKTERKINI.COM, JENEPONTO – Berdasarkan rapat Tim Kordinasi (Tikor) terdapat perubahan Komposisi bantuan Program Sembako Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP).

Perubahan tersebut diambil dalam hasil rapat Tikor tingkat Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
bersama dengan unsur Tim Koordinasi dan Pendamping beserta Supplier.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto, Nirmala Suaib mengatakan perubahan Komposisi program Sembako diputusakan dalam rapat Tikor.

“Betul ada perubahan Komposisi program Sembako. Jadi Ikan segar
diambil langsung dimasukkan dalam boks dengan tiga kali lapisan es batu, lalu diangkut dalam mobil boks fresher,”ujarnya, Kamis (19/11/2020).

Komposisi Berubah, Bantuan BPNT di Jeneponto Bangkitkan Ekonomi KerakyatanSelain ikan segar kata dia, juga akan dibagikan Sayuran padat kepada penerima manfaat yang akan diambil di Kecamatan Rumbia sebagai daerah penghasil Sayur Mayur.

Dia bilang, otomatis hal ini sangat membantu petani dan lembaga yang ada di desa, karena pangsa pasar hasil bumi petani jelas bertambah pasarnya.
Berarti pendapatan petani meningkat pula.

“Apalagi dalam penjualan hasil bumi petani bermitra dengan lembaga-
lembaga yang ada didesa dalam hal packinging dan pemasarannya. Jadi ada Value Added dari hasil bumi itu sendiri,” terangnya

Sebelumnya diberitakan, Pembagian sembako dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) di Jeneponto, Sulawesi Selatan berubah itemnya.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan hasil rapat Tim Koordinasi (Tikor) tingkat Kabupaten Jeneponto bersama dengan unsur Tim Koordinasi dan Pendamping beserta supplier.

Dari hasil rapat tersebut, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diberikan bantuan sembako berupa ikan bandeng segar tiga ekor, telur 15 butir beras premium 10 Kilo gram.

Selain itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jeneponto juga diberikam sayur-sayuran berupa kentang, wortel, labu siam dan tomat.

“Sebelumnya kami dibagikan ikan kaleng sama telur dan beras, sekarang ikan kaleng sudah tidak ada, saya juga dikasi sayur-sayuran dan ikan bandeng 3 ekor,” ucap Ratna, salah satu penerima manfaat di Kecamatan Bangkala Barat.

Dari perubahan tersebut, pihak Supplier dari selaku penyedia barang mengaku mengambil bahan sayuran dari wilayah Jeneponto sendiri untuk menggerakkan ekonomi lokal masyarakat.

“Sayuran segar kita ambil dari masyarakat langsung melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Ini tentunya bertujuan agar ekonomi ditingkat bawah terus bergerak ditengah pandemi Covid-19,” terang Abd Rahim selaku supplier.

Untuk mempacking sayur-sayuran, tambah Abd Rahim, ia juga mengaku menyerap tenaga kerja warga sekitar untuk penghasilan tambahan bagi warga sekitar.

Abd Rahim melanjutkan, pihak juga meyediakan mobil truk box freezer pengangkut ikan ke E-Warung untuk menjaga kualitas dan kesegaran ikan yang akan dibagi ke masyarakat.

“Pihak kami juga meyiapkan mobil box freezer atau mobil thermo pendingin untuk mendistribusikan ikan agar terjaga dan terjamin kesegaranya,” ujar Rahim.

Diketahui, sebelumnya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jeneponto mendapat Bantuan Sosial Pangan (BSP) berupa beras 10 Kilo gram, telur dan ikan kaleng.

Setelah terjadi perubahan, KPM diberikan berupa ikan bandeng segar tiga ekor, beras premium 10 Kilo gram, telur 15 butir. Termasuk juga sayur-sayuran berupa wortel, tomat, labu siam dan kentang.

Penulis : Andi Burhanuddin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed