oleh

Terduga Pelaku Pemukulan Aparat Desa di Bebaskan, Blokade Jalan di Buka

TOPIKTERKINI.COM, BANGGAI – Aksi spontanitas warga Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, melakukan penutupan badan jalan Trans Sulawesi pada  Kamis sore (26/11/2020) selama 5 jam, di picu dari kasus penganiayaan kepada dua aparat desa setempat pada Kamis pagi di Balai Pertemuan Umum ( BPU) setempat.

Informasi yang di rangkum Topikterkini.Com, blockade jalan berbuntut dari penahan salah satu warga Desa Bunga inisila RF (28), terduga penganiayaan terhadap dua aparat desa menjalani penahanan dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian Polres Banggai. Akibatnya, protes keras dari pihak keluarga dan kerabat menuntut kepolisian untuk membebaskan RF dengan memblokade jalan.

Pemukulan dua aparat desa terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban bernama Asman (43) selaku anggota BPD Dusun IV dan Adit (38) RT di Dusun IV saat menghadiri sosialisasi Peraturan Desa (Perdes) Penertiban Hewan Ternak yang gelar oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk. Rapat sedang berjalan Asman dan Adit di keroyok oleh sejumlah warga.

Dua korban itu sempat menyelamatkkan diri. Asman berlindung ke rumah ke salah satu aparat TNI, sedangan Adit berlindung di rumah warga. Mendapat perlakuan penganiayaan, korban lalu melapor ke Polres Banggai. Laporan tersebut di respon, sekitar pukul 11. 00 Wita. Polisi menangkap sejumlah terduga pelaku penganiayaan. Penangkapan itu mendapat respon dari keluarga RF berserta kerabat.

Masa aksi mulai melakukan blockade jalan sekitar pukul 17.00 Wita.  Aparat kepolisian dan Koramil 01 Luwuk melakukan mediasih kepada masa aksi. Negosiasih itu belum membuahkan hasil. masa aksi tetap meminta agar RF di bebaskan. Aksi Blokade jalan terus berlanjut di dua titik Desa Bunga.

Blockade jalan itu mengakibatkan ratusan kendaraan dari arah Luwuk – Palu dan dari arah Balantak tujuan Luwuk terjebak terjebak macet.   Masa aksi baru membuak blokade jalan sekitar pukul 20 30 Wita. Setelah mediasih membuahkan hasil dengan kesepakatan pihak kepolisian melepas RF yang menjalani penahan di Mapolres Banggai.

Aparat gabugan TNI polri dibantu oleh pemdam kebakaran memadamkan api.  Sekitar pukul 21.00 Wita Arus lalulintas berjalan normal, saat ini aparat TNI- Polri masih melakukan penjagaan di lokasi.

Informasi dari sejumlah warga, aksi pemukulan itu, di duga buntut dari kasu dugaan pembunuhan warga Dusun I, Desa Bunga, alm. Damir L. Labidu (55) yang terjadi pada 12 November 2020. RF merupakan ponakan alm. Damir.

<span;>Laporan : Ahmad Labino

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed