oleh

Ratusan Hektar Sawah di Desa Trans Mayayap Terkena Dampak Banjir

TOPIKTERKINI.Com, BANGGAI – Banjir sungai mayayap pada Sabtu (26/12/2020) bercampur lumpur yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan dilereng pegunungan Tompotika tidak hanya menimbulkan dampak kesulitan air bersih warga Desa Mayayap. Banjir juga berdampak pada tanaman padi milik warga Desa Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Sulteng.

Desa yang berpenduduk 300 lebih kepala keluarga miliki areal sawah lebih dari 200 hektar.

Kepala Desa Trans Mayayap, Abdul Djalal mengatakan, seluruh areal sawah irigasi di desanya ikut terkena dampak. Dikarenakan, air irigasi yang mengaliri sawah bersumber dari sungai Mayayap.

“lebih dari 200 hektar sawah semuanya merah akibat banjir ” kata Abd. Djalal.

Ia mengaku, bukan kali ini saja kawasan padi sawah terkena dampak aktivitas perusahaan, sebelumnya areal sawah mengalami  ikut terkena dampak akibat perusahaan pengolahan kayu mennutup aliran sungai induk dan anak – anak sungai untuk memudahkan akseses aktivitas kendaraan perusahaan.

“Kalau kondisi sekarang ini lahan sawah warga tidak bisa di buka semuanya, karena debit air masih kecil. bisa di buka semuanya ketika musim hujan” ungkapnya.

Baca: Sungai Tercemari, Warga Mayayap Kesulitan Air Bersih

Pihak perusahaan yang beraktivitas dilereng pegunungan Tompotika tidak pernah memberikan kompensasi ke Desa Mayayap dan Desa Trans Mayayap.

Untuk diketahui, data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Banggai, tahun 2018 / 2019, luas lahan baku padi sawah Kecamatan Bualemo 1.529 hektar. Sedangkan luas potensi tanam 1.709 hektar.

Berikut rincian perdesa luas lahan baku dan potensi tanam di Kecamatan Bualemo. Desa Tikupon lahan baku 64 hektar. Desa Mayayap lahan baku 320 hektar, potensi tanam 350 hektar. Desa Sumber Wangi lahan baku 275 hektar, potensi tanam 295 hektar. Desa Toiba lahan Baku 120 Hektar. Desa Lembah Tompotika lahan baku 335 hektar. potensi tanam 350 hektar. Desa Longkoga Barat lahan baku 125 hektar, potensi tanam 150 hektar. Desa Desa Longkoga Timur 75 hektar, potensi tanam 100 hektar. Desa Malik 70 hektar, potensi tanam 80 hektar. Desa Dwikarya 75 hektar, potensi tanam 100 hektar.

Liputan : Amad Labino  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed