oleh

Arlan Rahman: Program Unggulan Bupati Buol Gagal, Bupati: ” Buol Sedang On The Track,”Simak Kedua Pernyataan

Topikterkini.com.Buol – Salah seorang generasi muda Kabupaten Buol dia Arlan Rahman mengungkapkan pernyataan kerasnya yang menyatakan  program andalan Bupati Buol, Amirudin Rauf Gagal.

Arlan yang juga di kenal sebagai aktivis dan penggiat lingkungan di Kabupaten Buol, dihadapan sejumlah media membeberkan kegagalan program kerakyatan Bupati Amirudin Rauf,di Kedai Kopi ‘Noto’ Kelurahan Kali, Kamis(28/1/2021) tepatnya pukul 22.00 wita.

Program pertama yang di katakannya gagal adalah Program ” One Man One Cow’ atau program Satu Orang Satu Sapi.Program unggulan Amirudin Rauf di periode Keduanya ini menargetkan pemenuhan kebutuhan daging masyarakat Buol atau swasembada daging.

‘Inikan program yang di dasari target swasembada daging tapi kenyataannya malah harga daging saat ini melonjak,”Sebutnya dengan suara berapi api.

Arlan juga menyoroti terkait Program P3K TAURA, program yang menurutnya telah menggerus anggaran cukup besar ini namun kenyataan yang ada sangat jauh dari ekspektasi atau harapan masyarakat Petani dan nelayan untuk hidup layak dan sejahtera.

“P3K ini kan meliputi sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan tapi faktanya harga beras, bawang dan kebutuhan lain melambung tinggi, ada berapa ton ikan di suplay dari Gorontalo dan tolitoli,”ungkapnya.

Demikian pula dengan Program TAURA atau program Bagi bagi tanah kepada rakyat yang menurutnya tidak memberikan dampak apa apa kepada petani.Ia bahkan menyebut kutipan ucapan Bupati yang mengatakan “Tak Sejengkal pun Tanah Kuberikan kepada Investor” namun menurutnya rakyat malah melarat.

Selain itu Arlan juga mempersoalkan Slogan bersahabat dengan AIR, menurutnya saat ini air bukan lagi sahabat tapi kenyataannya air sudah jadi bencana di bumi Pogogul.

Bupati Buol, Amirudin Rauf di konfirmasi menyampaikan penjelasannya via whatsApp pribadi kepada awak media, Kamis(28/1/2021).

Menepis tudingan Arlan Rahman, berikut simak penjelasan Bupati Buol :

Empat Pilar “Kesejahteraan”

Apakah “Program Kerakyatan” di Kabupaten Buol telah berhasil mewujudkan kesejahteraan dan mengentaskan kemiskinan? Jawaban pertanyaan ini, akan di jelaskan dalam tulisan ini.

Mewujudkan kesejahteraan memang tak semudah membalikan telapak tangan. Ada banyak aspek dan indikator yang mesti di jadikan rujukan. Kesejahteraan juga tak etis hanya sebatas retorika, namun mesti dapat di ukur dan di jelaskan dengan angka-angka.

Dalam kaca mata kebijakan, kesejahteraan bermakna program yang tepat, terarah dan berisisan langsung dengan hambatan persoalan ekonomi rakyat. Program juga mesti memiliki target dan tujuan yang jelas, hanya dengan hal ini, “kesejahteraan yang bertumpu pada kemandirian” dapat di wujudkan sesuai visi-misi Pemda Kabuoaten Buol.

Berdasarkan Data BPS dalam dokumen “Buol Dalam Angka Tahun 2020”, argumentasi menyebut Buol sedang “on the track” menuju jalur kesejahteraan, bukan isapan jempol belaka, bukan sekedar surga telinga. Namun dapat di jelaskan berbasis data ilmiah.

Untuk itu, karena kesejahteraan adalah analisa pada aktifitas proses produksi/ekonomi rakyat, maka, kita akan bahas dari proses aktifitas ekonomi rakyat tersebut. Dalam menganalisa ini, kita akan mulai dari membahas program yang menyentuh langsung aktifitas ekonomi tersebut.

Olehnya, dibawah ini akan di paparkan empat program prioritas atau merupakan (empat) pilar kesejahteraan. Paparan ini akan memaparkan secara detail, sebelum dan sesudah program ini di cetuskan, dan capaian dalam bentuk angka baik dalam bidang sektoral maupun capaian makro.

Empat Pilar Program Kesejahteraan

1) P3K (Produksi Jagung Lampaui Target 2 Tahun Lebih Cepat)

Sejak P3K resmi di galakan oleh Pemda Buol di Tahun 2014 (baca: periode pertama), produksi Jagung di Kabupaten Buol hanya mencapai angka seribu ton/tahun. Dalam beberapa tahun terus mengalami kenaikan jumlah produksi, dan untuk tahun 2020 total produksi jagung sudah mencapai angka hampir 120 ribu Ton. Angka ini bahkan melampaui target pemerintah, yakni produksi 100 ribu Ton/Tahun di Tahun 2022.

“Grafik produksi jagung kita terus naik. Awalnya kita ingin targetkan tahun 2022 produksi kita mencapai angka 100 ribu Ton/Tahun. Namun, dalam tiga tahun terakhir yakni: Tahun (2018) 57. 289 Ton, Tahun (2019) 94.384 Ton, dan Tahun 2020 Alhamdulilah kita berhasil melampaui target Yakni 117.323 Ton. Artinya, kita capai target 2 tahun lebih cepat dari target awal kita” Ujar Bupati Buol.

Produksi Jagung telah memanfaatkan lahan seluas yakni: Tahun (2018) 10.388 hektar, (Tahun 2019) 17. 046 hektar, dan di Tahun (2020) 21. 189 hektar. Artinya dalam setiap tahunya, antusias petani yang bercocok tanam jagung semakin bertambah.

2) Peningkatan Drastis Populasi Sapi

Program One Man One Cow, memang banyak di kritik dari sisi dampak kotoranya. Namun, tak adil menyalahkan banyaknya populasi dengan dampak kotoran. Solusi tepatnya adalah mengatur pola perkembangbiakanya.

Sekedar di ketahui, Program One man One Cow sudah hampir 3 Tahun Berjalan. Jika kita akumulasi, total populasi sapi sejak program ini digulirkan berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buol di awal Tahun 2020 berjumlah 25.376 ekor, namun di akhir tahun terdapat peningkatan 20 % populasi, sehingga di akhir Tahun 2020 total populasi sapi di Kabupaten Buol berjumlah 30.517 ekor.

“Kita berharap setiap penduduk memiliki minimal satu ekor sapi. Secara ekonomi, berternak sapi memang tidak langsung menghasilkan, namun beternak merupakan investasi masa depan bagi tiap pemilik ternak. Untuk mempercepat eskalasi target setiap orang memiliki sapi, pemda mendorong setiap kepala desa mensinergikan dana desa dengan program pemda ini, selain bantuan bersumber dari APBD” ucap Bupati Buol.

Dengan peningkatan drastis ini, bukan hal mustahil jika Pemda optimis Buol jadi penyuplai daging baik Sulawesi Tengah maupun Ibukota Negara.

3) Produksi Beras Dalam Gertak Bos

Program Gertak Bos adalah upaya pemda mendesain program afirmatif yang di arahkan untuk mendorong peningkatan produksi beras daerah.

Liputan : Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed