oleh

Sedikit mengulas Tentang Falsafah Bhayangkara

Topikterkini.com – Pada tanggal 1 Juli 1955 silam, Pataka Polri diserahkan secara simbolis oleh Presiden Sukarno kepada Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Hari itu, di Lapangan Banteng, adalah perayaan ulang tahun kepolisian sekaligus peresmian gedung Mabes Polri.

Hendra Djajoesman yang menjadi ajudan Soekanto menceritakan kepada anaknya, Noegroho Djajoesman, bahwa Pataka Polri dibuat secara khusus oleh Soekanto. Benderanya dijahit oleh Nyonya Soekanto yang bernama Lena Mokoginta, dan tiang Pataka berasal dari pohon yang terdapat di Pulau Karimun Jawa, yang secara khusus diambil Soekanto dengan cara tirakatan.

Dalam Pataka, diusung bendera lambang Polri yang bertuliskan ‘Rastra Sewakottama’ yang berarti ‘abdi utama dari nusa dan bangsa’. Sebutan itu adalah Brata pertama dari Tri Brata. Tri Brata sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti “Tiga Jalan”. ‘Nagara Janottama’ adalah Brata kedua, yang artinya ‘warga negara teladan dari negara’. Dan ‘Yana Anucasana Dharma’ adalah Brata ketiga yang berarti ‘wajib menjaga ketertiban rakyat’. Tri Brata inilah yang diucapkan Soekanto ketika menerima Pataka Polri dari Presiden sebagai pedoman hidup kepolisian.

Soekanto menginstruksikan pembuatan lambang kepolisian melalui Surat Perintah No. 4/XVI/1955 tanggal 2 Maret 1955.

Panji kepolisian itu terbuat dari kain beludru hitam berukuran 90×135 cm dan terlukis sebuah perisai berwarna kuning emas. Warna hitam melambangkan ketenangan nan abadi sedangkan kuning emas melambangkan kebesaran jiwa. Perisai menandakan bahwa korps kepolisian adalah pelindung rakyat. Di dalam perisai, terlukis sebuah obor bersudut 8 dan bersinar 17 dan tiang pada kepala bersaf 4 dan pada kakinya bersaf 5. Ini melambangkan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

3 Bintang di atas logo bermakna Tri Brata adalah pedoman hidup Polri. Sedangkan warna hitam dan kuning adalah warna legendaris Polri.

Yang menarik, pada kanan kiri perisai dilingkari setangkai bunga kapas yang dilukiskan berdaun 29 lembar dan berbunga 9 buah serta tangkai padi berbaris 45 biji. Hal ini merujuk pada tanggal pengangkatan Soekanto sebagai Kepala Kepolisian Negara yang pertama, 29 September 1945.

Hingga kini, Pataka Polri merupakan lambang kesatuan kepolisian negara Indonesia
Dilansir dari: Barometer99.com

Editor: Husni Sese

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed