oleh

Undang Pedagang Pasar Karisa Berdialog, LSM Arak Nusantara Apresiasi Sikap Bupati Jeneponto

Topik terkini,com-Jeneponto- Terkait berkembangnya issu perpindahan pasar tradisional karisa ke Jalan Lingkar yang memantik keresahan yang berbuah penolakan dari para pedagang dengan memajang sejumlah pamflet yang intinya menolak keras jika perpindahan lokasi pasar benar dilakukan Pemkab Jeneponto.

Hal ini yang membuat Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar bersikap mengundang stakeholder, pedagang pasar Karisa dan Dinas terkait kerumah jabatan Bupati Jeneponto (Aula Panrangnuanta), malam Kamis 04/02/2021.

Dalam pertemuan yang digagas Bupati Jeneponto dua periode ini, menghasilkan keputusan bijak guna mengkhiri polemik yang dapat berkepanjangan.

“Perpindahan lokasi pasar karisa Batal, karena ini baru merupakan wacana yang membutuhkan kajian study kelayakan, penganggaran dan perencanaan yang baik. Jadi pedagang ini datang, saya yang mengundang, untuk bermusyawarah, sebab tdak ada persoalan yang tidak ada solusinya, sipilangeripi taua na baji,” ungkapnya.

Topikterkini.com merangkum sejumlah catatan kritis dari Bupati Iksan Iskandar. Catatan dimaksud adalah, Bupati mengambil jalan tengah, mendengarkan aspirasi pedagang dan masukan dari berbagai kalangan termasuk NGO (Organisasi Non Pemerintah).

Hingga akhirnya akan merevitalisasi pasar karisa jauh lebih baik dari sebelumnya, dengan menambahkan tiga lantai yang dilengkapi sarana dan prasarana pasar tradosional berkonsep moderen. Mewajibkan pemilik kios untuk memiliki alat pemadam api ringan portable, untuk pencegahan dini terjadinya kebakaran.

Bupati juga meminta semua pihak terkait dalam hal ini Dinas Perdaging, Dinas Lingkungan Hidup, Kasatpol PP dan Kepala Pasar serta Asosiasi Pasar bersinegi menjaga kebersihan, agar pasar jauh dari kesan kumuh, semrawut dan macet.

Sekjen DPP LSM Arak Nusantara, Muh. Nasir menyambut baik gagasan Bupati Jeneponto, mengundang para pedagang pasar karisa.

“Saya mengapresiasi sikap Bupati selaku top leader birokrasi yang responsif mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak, yang sangat dibutuhkan daerah dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, pasar tradisional Karisa adalah pusat ekonomi rakyat yang memiliki kontribusi ekonomi bagi daerah, dan juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sehingga dapat menekan tumbuhnya masalah sosial kemasyarakatan.

Konsep pembangunan Revitalisasi pasar Karisa, katanya, nantinya harus ditingkatkan citranya dari kesan buruk yang selama ini kumuh, semrawut dan becek menjadi bersih dan nyaman dikunjungi, sehingga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata, yang kebetulan berdekatan dengan kinciir angin raksasa (PLTB).

“Saya berharap, agar Pemkab Jeneponto dapat menciptakan lingkungan pasar yang menarik, berdampak positif dalam meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial masyarakat.” harapnya.

Untuk menunjang semua itu, maka pembenahan manajemen yang mencakup penempatan pedagang, pembiayaan/permodalan dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasar segera dilakukan.

“Manajemen pasar tradisional karisa sangat buruk, maka revitalisasi manajemen harus segera dilakukan. Dan yang tak kalah penting adalah proteksi kebakarang skala besar dengan memasang Hidrant Fire di sejumlah titik bangunan pasar” katanya.(***) 

Laporan : Usman S
Editor : Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed