oleh

Pemakaman Jenazah Dengan Protokol Covid-19, Pada Kasus Probable Sudah Sesuai SOP

Topikterkini.com. Buol – Tim Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kabupaten Buol mengadakan Konferensi Pers, terkait prosedur penanganan dan pemakaman almarhum (ZD) pasien yang dinyatakan positif berdasarkan hasil Rapid Tes Antigen yang lagi viral dan menjadi sorotan Publik.

Konferensi Pers yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, Senin (15/2/2021) dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buol H.Abdulah Batalipu, S.Sos, M.S.i selaku ketua Tim Satgas Covid-19.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buol, dr.H Arianto Panambang di hadapan sejumlah media menjelaskan terkait penanganan pasien alm.(ZD) yang saat ini menjadi perbincangan khalayak ramai.

Dijelaskannya bahwa pasien ZD (41) di rawat di RSUD Mokoyurli Buol pada Jumat, (29/1/2021) telah dilakukan serangkaian pemeriksaan berdasarkan keluhan, satu diantaranya pemeriksaan Rapid Antigen yang hasilnya dinyatakan positif. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan penunjang lainnya berupa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi maka pihak rumah sakit menyimpulkan bahwa pasien (ZD) saat itu dipindahkan di ruangan pasien covid dan mendapatkan penanganan sesuai protokol Covid-19.

Jubir satgas Covid -19 Buol, dr, Arianto juga mengatakan bahwa alm (ZD) di rawat di RSUD Mokoyurli selama 10 hari dan meninggal dunia pada Senin (8/2/2021) pukul 18.00 Wita.

“Berdasarkan Pedoman atau Panduan penanganan dan pencegahan covid-19 yang diterbitkan oleh Kemenkes tanggal 13 Juli 2020, yang menyatakan bahwa pasien dengan pemeriksaan terakhir positif antigen dengan gejala ISPA berat  dikategorikan Probable Covid-19,”sebut dr, Arianto.

Dijelaskannya bahwa ada empat Kriteria kasus dalam penanganan covid-19 yaitu:
1.Kasus suspek.
2.Kasus kontak erat.
3.Kasus Probable
4.Kasus Terkonfirmasi Positif.

“Pasien Alm.(ZD) dengan keluhan lainnya berdasarkan pemeriksaan medis dan hasil Positif Rapid Anti Gen, dikategorikan Kasus Probable yang penanganan hingga proses pemakamannya berdasarkan protokol Covid-19 sesuai pedoman Kemenkes,”ungkapnya.

Lanjut jubir covid-19, bahwa pada Kamis(11/2/2021) Hasil pemeriksaan Laboratorium PCR yang diterima oleh Satgas bahwa pasien alm.(ZD) dinyatakan negatif, empat hari setelah setelah meninggal dunia.

” Saat itu juga Gugus Tugas merilis hasil kiriman dari Laboratorium PCR yang mana menyatakan pasien alm.(ZD) negatif,”terangya.

Jubir Gugus Tugas dr.Arianto menyebutkan permintaan keluarga di setujui Satgas untuk memindahkan makam alm.(ZD) dari pemakaman Covid ke Pemakaman Umum Tabodok Kelurahan Kali, pasca dinyatkan negatif  berdasarkan hasil Swab PCR,

“Keluarga almarhum bahkan telah melayangkan surat permohonan kepada satgas untuk menghadiri prosesi pemindahan makam serta surat pernyataan penjaminan terhadap prosesi pemindahan makam tersebut,”tutupnya.

Konferensi Pers turut dihadiri oleh Kapolres Buol, AKBP. Dieno Hendro Widodo, S.I.K, Pabung Buol Mayor Inf.Jeffry Mamonto, Kadis Kesehatan, Rizal Naukoko,S.Si, Kadis Kominfo, Drs.Mansyur, Hentu, dan Sejumlah Pimpinan SKPD beserta jajarannya.

Liputan: Husni Sese.

Komentar

News Feed