oleh

Ada air mata keharuan usai tayang De Toeng

Ada air mata keharuan usai tayang De Toeng

Oleh: Ilham Rachomi

Keharuan dari beberapa penonton. Seperti film horor asing, memunculkan ketegangan penonton dan bukan mengendapkan ketakutan. De Toeng, film drama bergenre horor, memunculkan keharuan menenggelamkan dominasi ketakutan.

Menjadi saksi pada penayangan Film De Toeng, memberi pengalaman kultural tentang tradisi masyarakat Jeneponto pada khususnya dan tradisi masyarakat Bugis Makassar pada umumnya.

Menonton Film De Toeng, merasakan kesakralan CINTA HAKIKI di mana tubuh telah terkuburkan namun ruh menembus batas ruang dan waktu.

“Karaeng Intang datang bukan untuk menakuti, tetapi dia datang karena Cinta.”

Catatan saya sebagai saksi penayangan De Toeng: Segala yang berawal pasti akan berakhir, termasuk KEJAYAAN, KEKUASAAN DAN KEANGKUHAN.

Salut dan bangga

Komentar

News Feed